Story cover for Unforgettable by kholidahhnm
Unforgettable
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Jan 26, 2019
~Cerpen~
.
.
.
Setengah bulan berlalu kami hidup bersama dan kemudian berlibur bersama. Aku sangat suka salju, makanya mumpung disini aku ingin pergi ke Tiergarten Park. Taman Tiergarten berada di pusat kota Berlin. Taman hijau yang biasa menjadi tempat warga kota beraktvitas diselimuti salju putih yang indah, terlihat seperti negeri dongeng. 
.
.
.


Genre : humor, romansa, fiksi
Ini pertama kalinya aku buat cerpen, jadi apabila ada kesalahan kata atau penulisannya mohon dimaklumi ya readers 🙏

Happy reading😊
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Unforgettable to your library and receive updates
or
#35unforgettable
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Dira-no  cover
Her&Lass True Story cover
Kumpulan Cerpen  cover
Setia Di Hati (Selesai) cover
FIRST IMPRESSION cover
Sherly cover
First Love And Last Love(✔)🔚 cover
My Cold Brother✔ cover
CERPEN GW! cover

Dira-no

10 parts Complete

Ternyata penyiksaan diri yang menyakitkan adalah berharap pada sesama. Banyak yang lebih indah jika aku tak mencoba menyelami bahagia yang nyatanya adalah suram, yang dapat diraba hanya kemuakan dan koyakan luka di dada. ___________ "Makanan favorit kamu apa?" "Gue suka bahagia lo." "Aku kan tanya makanan." "Iya. Bahagia lo yang bakal gue makan dan jadiin itu semua luka yang bakal lo derita." Setiap katanya penuh penekanan, membuat deru napasku ingin melayang. Sedangkan, tatapan tajamnya membuatku ingin menghilang dari hadapannya. Namun pada detik kemudian, tawa dari mulutnya melantun terdengar bahagia. Bibirnya membentuk sabit sempurna. Tangan besarnya mengelus rambutku, lembut. Aku mengerutkan kening. Bingung sekaligus takut. Ada apa? ----------------------- Start: 20 Juli 2023 Finish: >Karya orisinil saya, jika hanya mampir untuk plagiat, mending balik aja, saya gak nerima