my love is a drawing

my love is a drawing

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 26, 2019
Pada suatu ketika ada dua sepasang kekasih,mereka berdua memiliki hoby yang sama yaitu melukis. Mereka sangat suka dengan apa yang mereka lukis. Dua orang itu bernama Ryan dan Suci. ia mulai becakap cakap bahkan sampai tertawa berdahak dahak "kamu lihat apa yang ku gambar suci!" kata Ryan sambil menahan tawa, "itu........." kata suci sambil marah bercampur ia menahan tawanya. "Ryan!!!!!! kamu itu usil ya....." kata suci sambil mencubit pipi Ryan . "Maaf kan saya nyonya Suci" sambil mencium tangan Suci."iya aku maaf kan".Pada hari minggun mereka pun pergi ke Galery yang penuh dengan lukisan lukisan kuno, "enak ya punya pacar yang punya kesukaan yang sama"kata Ryan sambil menggenggam erat tangan Suci,"kenapa emang??"kata Suci menatap mata Ryan,"kita bisa pergi bareng,liat kesukkaan kita bareng,ya pokoknya enak gitu!"kata Ryan sambil sedikit tersenyum.Senin pagi SMA kami mengadakan acara ulang tahunnya yang ke 103."wow ternyata sudah lama ya sekolahan ini dibentuk"kata teman sekelas Suci,"iya bener juga"kata suci."ehh btw kamu liat si Ryan nggak??"tanya Suci pada teman Ryan,"enggak,dari tadi saya tidak melihat Ryan" kata teman Ryan dengan ekspresi terkejut,"ohh ya udah ya,makasih"kata Suci dengan wajah kecewa,"iya sama sama.Mulai hari ini sifat Ryan sudah mulai berubah."Yan kok sifat kamu mulai berubah?" kata Suci sambil memegang tangan Ryan."apa yang berubah!!"kata Ryan dengan nada keras,"iya kamu berubah,kamu udah nggak kaya dulu lagi,kamu udah nggak suka menggambar,udah jarang nanya kabar aku,pokoknya kamu berubah"kata Suci dengan lemah lembut ,"iya kamu maunya apa..kita putus,hahh!!! oke sekarang kita putus!!!"kata Ryan tanpa sadar.Suci pun menangis sampai beberapa hari. Mulai saat ini Suci terus berkarya dan menggambar apa yang sedang Suci pikirkan,"inilah hoby ku dan hanya ini penenangku saat aku teringat dengan Ryan"kata suci sambil menangis
All Rights Reserved
#35
remajabaper
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Husband chosen by parents [PondPhuwin] [BxB]✔️[Complete]
  • KaKel Nakal (MPREG)
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • So Long, High School
  • Slice Of Life - YiZhan

"Ada lagi?" Tanya phuwin. Di angguki oleh Nara "urus, urusan kita masing-masing. Lu nggak boleh ikut campur urusan gua dan gua juga nggak bakal ikut campur urusan lu. Ngerti" "Iya kak" phuwin patuh. "Ohiya phuwin boleh tanya gak!" "Boleh. Tanya aja" Nara mempersilahkan phuwin untuk bertanya. Membuat phuwin jadi bingung. Lalu berfikir sejenak. "Oh ini. Phuwin mau tanya. Emang umur kakak berapa? Kok tadi mamah nya kakak bilang umur kakak udah pas untuk menikah." "30" singkat Nara. "Oh....HAH? LOH KAKAK UDAH TUA! TAPI HARUSNYA PHUWIN GAK PANGGIL KAMU KAKAK. TAPI OM YA?! SORRY OM" phuwin menunduk sopan minta maaf kepada orang yang jauh lebih tua di hadapannya ini. Nara berdecak kesal "sialan! Gw gak setua itu sampe lu harus panggil gw om. Udah bagus manggil gw kakak" "Ngga! Gabisa om. Kakak itu panggilan buat phuwin panggil ke orang yang jarak umur nya gak jauh jauh banget" tolak phuwin mentah mentah. Seketika Nara berfikir sejenak untuk mencari panggilan yang pas selain kaya om barusan "yaudah mas aja deh! Biar gak tua tua banget!" "Oke! Mas aja heheheh" phuwin kali ini setuju

More details
WpActionLinkContent Guidelines