Between [Sequel Of Destiny]

Between [Sequel Of Destiny]

  • WpView
    Leituras 121,880
  • WpVote
    Votos 10,148
  • WpPart
    Capítulos 23
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, jul 12, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Antara Batalion dan Dinding Pesantren. *** "Kamu mau jadi pacar saya?" ucap tentara itu dengan tatapan hangat. "Gak" dengus sang gadis. "Tapi saya gak nerima penolakan" "Saya juga gak mau diseret ke neraka!" *** Tentara itu biasanya suka sama dokter, bidan, perawat, dan semacamnya. Santri itu biasanya suka sama ustaz, qori', hafiz, dan sebagainya. Tapi itu juga cuma biasanya, kan? Lalu bagaimana dengan Jenaka dan Qurrani? Seorang letnan yang diktator terjebak hatinya kepada seorang santri. Cerita Kedua dari DESTINY (Terimakasih, Sersan!)
Todos os Direitos Reservados
#17
loreng
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Aryudha
  • Ustadz Zikri Pacar Surgaku!
  • Pahala Surgaku✓
  • Started In Libanon [End]
  • Mengejar Cinta Halalmu
  • Kisah Cinta Rayhan & Adara
  • Cahaya Cinta.
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
Aryudha

"Saya mau liat senyum kamu," Ujar Ezran. Virya menaikkan alisnya, "Kenapa lo minta gue buat senyum?" ------------------ Virya, Ghasyara Mahatvavirya Putri Bima; gadis cantik dengan seribu bakat terpendam dan segala yang ia punya. Virya bukan crazy rich yang selalu bisa membeli segalanya, tetapi ia selalu berkecukupan. Apapun yang ia mau, ia akan mendapatkannya. Ditambah keluarga yang harmonis mampu menutupi segala luka batinnya. Meskipun Virya memiliki segalanya, Virya tidak memiliki teman. Teman Virya bisa dihitung jari karena Virya adalah korban bullying. Bukan karena Virya jelek atau cacat fisik, tapi mereka membully karena Virya selalu mendapatkan segalanya. Dari piala, prestasi, beasiswa dan lain lain. Tapi Virya masih bisa bertahan karena ada keluarga yang menjadi tempatnya untuk pulang. Virya hampir tidak pernah cerita tentang bullying kepada keluarganya. Ia selalu menutupi dengan tawa dan keceriaannya. Tapi hidupnya berubah 180 derajat ketika Raisya sang bunda menderita penyakit kronis nan mematikan sehingga Bagas berpaling meninggalkan Raisya. Hingga akhirnya, Virya tidak lagi percaya pada lelaki manapun. Ditambah lagi, bahu yang biasa ia singgahi untuk bersandar telah tiada. Awalnya Virya sama seperti perempuan pada umumnya yang merasakan cinta. Sang loreng pun menjadi bahu untuk Virya bersandar. Tapi, itu tidak bertahan lama karena laki-laki itu telah gugur dengan membawa bendera merah putih di petinya. Hingga hadirlah seorang perwira yang perlahan mengetuk hatinya. "Saya yang akan mengobati semua luka kamu Virya," Lirih Ezran

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo