merelakanmu

merelakanmu

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 26, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Tagspuisi
Wadah angan-angan semakin terisi penuh, kini ketinggian mereka seperti tak terengkuh. Di dalamnya, ada kita dengan indah cerita yang tak mungkin dijadikan nyata. Di dalamnya, ada aku yang begitu bahagia. Di dalamnya, ada kamu yang sedang jatuh cinta. Namun, mimpi memang tidak bisa bertahan terlalu lama. Karena aku perlahan menyadari bahwa cerita kita memang tak akan pernah ada. Semesta sedikit demi sedikit mengirimkan hujan kenyataan, agar aku bisa berhenti menciptakan khayalan di luar jangkauan. Siapa sebenarnya yang berperan sebagai tokoh antagonis hingga tak jarang aku menangis? Aku sendirikah yang terlalu jahat memberi seutuhnya hati untuk rela disakiti? Atau dia yang tak mampu menjaga hatiku dengan hati-hati sampai retak berkeping seperti ini? Menjaga? Ah aku salah lagi. Dia memang tak pernah benar-benar mau memiliki. Ekspektasiku saja yang terlalu malas menginjak bumi, ia terlalu tinggi. Cerita-cerita kita yang kukira akan sempurna, ternyata tak berakhir bahagia. Yang kutahu tentang masa depan itu kamu, tapi malah kamu yang menyuruhku untuk tetap berpijak saja pada masa lalu dan berhenti di situ. Yang kutahu tentang perjuangan itu kita, tapi ternyata hanya aku yang berusaha. Bagaimana bisa? Bagaimana caranya membuatmu melihat apa yang kulihat sementara kita sama-sama telah buta akan tujuan yang berbeda? Hingga akhirnya hati kecil membujuk untuk aku segera merelakan. Bukan suatu hal yang sulit, hanya mungkin butuh waktu. Butuh waktu yang tak sebentar bagi hati untuk merapikan serpihan demi serpihan. Butuh waktu yang tak sebentar bagi diri untuk menerbangkan segenggam kemungkinan-kemungkinan. Butuh waktu yang tak sebentar untuk menyadari, bahwa satu-satunya jalan adalah dengan membiarkanmu pergi. Ialah aku, dengan tanpa keberanian untuk mengaku. Ialah aku, yang menyerah sebelum benar-benar memperjuangkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LELAH
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Cinta Berbalut Puisi
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Mahligai Sunyi
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • flashback~
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
LELAH

Disepanjang perjalanan cintaku Jarang sekali aku menemukan titik bahagia yang sesungguhnya , sekali pun aku menemukannya itu malah tidak bertahan lama . namun apa yang salah dari diriku ? apa aku yang terlalu banyak menuntut ? atau memang laki-laki saja yang tak pernah paham cara menghargai rasaku ? Boleh kah aku beranggapan bahwa semua lelaki itu sama? Mereka tak pernah puas dengan satu wanita yang dihadapan mereka Mereka terlalu brengsek untuk dicintai oleh perempuan yang tulus Cinta mereka terlalu hina untuk wanita Aku yang salah , Aku yang salah telah membiarkan beberapa lelaki untuk singgah di hati ku Harus nya aku menolak Tapi sayang nya , cinta teramat kuat untuk memaksa . ini kali pertama ku mendeskripsikan tulisan masih sangat amatiran 😅 semoga kalian suka dan aku pun bahagiaa yaak kita impas bukan ? 😎💞💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines