D For E [ON GOING] / [REVISI]

D For E [ON GOING] / [REVISI]

  • WpView
    Reads 4,407
  • WpVote
    Votes 336
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2020
Kepercayaan diri timbul, jika kita bisa berpikir lebih positif. Aku tau itu, tapi sifat overthinkingku terhadap suatu nilai membuat aku merasa minder. Kalian tau body shaming? Aku adalah salah satu perempuan yang terbully. Karena memiliki tubuh yang tidak body goals menurut mereka. Semua berpikir aku tidak menarik, dan hal ini membuatku mengurung diri. Berniat dalam pikirku aku bisa bangkit dan terlebih dalam pergaulan, percintaan dan sekolah. Aku berharap bisa mendapatkan bahagia. "Bukankah kebahagian tidak hanya terukur sebatas seberapa bagus ukuran tubuhmu? Kebahagian datang dari sekeliling orang yang menyayangimu" Dan semua ini merubah cara pandangku, saat aku berkenalan dengannya. Lelaki yang bisa membuatku merasa spesial. ----------------------------------------------------- (Fan Fiction Nico Mirallegro) Est. 2019
All Rights Reserved
#62
gendut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • AKSA
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • Bad Girl VS Bad Boy *Sudah Terbit
  • friend and future [Iq-nam] (End)
  • Fall And Love
  • How to Be Yours ✅(completed)
  • [1] ARJ || SAD ENDING [Completed]
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines