G A L A M

G A L A M

  • WpView
    Reads 505
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 12, 2019
"Hatimu seperti api, mencairkan segalanya yang beku, mencairkannya dengan hal manis yang abadi. Sayangnya aku terlalu egois, aku tidak mengizinkan kamu mencairkan batu es di setiap hati pria pria itu, karna hangatnya hatimu akan dia jadikan alasan untuk merebut milikku" Ini tentang Aku dan Si manis yang hangat,tentang si berandalan dan bidadari yang dikirim Tuhan dari keabadian. Galam Xean Alpharetza. Selalu menjadi yang nomor satu, sudah biasa baginya. Kehidupannya selalu tentang solidaritas, bersama teman temannya adalah kesibukan setiap harinya, selalu begitu. Disaat semua siswi menginginkannya, Galam tak pernah meresponnya, apalagi memikirkannya, adalah sebuah kemustahilan. "Hidup ini gak semua tentang cinta" begitu sih katanya. Aku ingin kamu menjadi saksi dari kisah putih abu abu ku, duduk yang manis dan nikmati ceritanya dengan teh manis yang hangat walau menurutku tak ada yang bisa mengalahkan hangatnya hatinya. Baca dulu, siapa tau jatuh cinta sama chapter pertama. Happy Reading ❤
All Rights Reserved
#7
blackdeath
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Gula - Gula
  • Our Years
  • Excessive Obsession
  • Sashya (END)
  • HAFI & NABILA [REVISI]
  • Love & Enemy
  • The Fate Of My Life (END)
  • Dunia Davin

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines