Alena
  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 28, 2020
katanya, hati itu tak bertulang ya ? tapi kok bisa patah ? aku heran kenapa tuhan menjadikan orang itu sebagai orang yang berarti untukku, namun disaat yang bersamaan dia juga orang yang membuatku terluka sangat dalam. Tuhan, jika dia memang seseorang yang kau kirim untuk mematahkan hatiku. engkau berhasil tuhan. Bagaikan pedang tumpul yang menyayat relung hati secara perlahan dan membunuhku dengan kejam namun dengan cara perlahan. Aku merasa benar benar patah tanpa tau kapan aku bisa lupakan semua rasa sakit ini. hei, aku masih 18 tahun. Semua orang pasti merasakan sakit ketika cintanya bertepuk sebelah tangan, bukankah itu hal yang lumrah ? semua orang merasakan hal yang sama kan? Kata orang ini cinta monyet yang lama kelamaan menjadi cinta beneran. Aku benar benar tak tau bagaimana cara lupakanmu dengan benar. Maka ku putuskan untuk membencimu sebagai jalan untuk lupakanmu dari hidupku. Aku hanya seperti kebanyakan orang yang ingin jatuh cinta kembali setelah patah hati berkali kali olehmu. -MR-
All Rights Reserved
#197
kisahanaksma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • BROKEN HEART [END]
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • IzinkanKu Untuk MelupakanMu [COMPLETED]
  • ALNAYA [COMPLETED]
  • Yang Tertinggal
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Psikopat Digital? [End]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Do You Miss Me ?

The Winners Wattys2018 Catergories The Contemporaries Based On True Story Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang saya ceritakan kembali dengan sudut pandang penulis. Nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. **** Bagaimana jika suatu kepercayaan dan kesetiaan dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai? Tidak ada kata lain selain ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Nasi sudah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa diubah kembali dan waktupun tidak bisa diputar kembali. Andaikan waktu bisa diputar ulang maka tidak akan pernah ada kata penyesalan. Hari menjelang pernikahan yang biasanya ramai dengan canda tawa serta senyum kebahagiaan, harus rela berganti dengan tangisan memilukan serta penyesalan seumur hidup. Ketika menjelang hari di mana Sekar akan melaksanakan Ijab Qabul pernikahannya. Dia dikejutkan dengan teriakkan sang ibu ketika mendapati kakak perempuannya-Kasih, yang telah bersimbah darah karena memotong urat nadi pergelangan tangannya sendiri. Selanjutnya dia dikejutkan kembali dengan kenyataan bahwa kakak perempuannya tengah hamil. Dan yang paling membuat Sekar terpukul, ketika mengetahui ayah dari bayi tersebut, tidak lain adalah calon suaminya sendiri-Dimas Aditya. Ucapan bahagia berubah menjadi bisik-bisik menjijikkan serta tatapan kasihan yang diberikan oleh sanak saudara serta para tetangga pada Sekar. Malu. Tentu saja Sekar malu, kecewa bahkan marah. Tetapi haruskah dia marah bila melihat wajah kedua orang tuanya yang telah lebih malu. Belum lagi dengan gunjingan dari kerabat dan tetangga tentang Kasih yang tega merebut calon suami adiknya sendiri. Bagaimana Sekar bisa menghadapi semuanya? Bisakah kata ikhlas dan sabar mengobati luka hatinya? Based On True Story ----- Copyright © November 2016 | Vea Aprilia | All Rights Reservered Dont copy-paste my Story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines