The Ex-lover

The Ex-lover

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 23, 2020
Terlalu banyak hal yang tidak pernah dimengerti oleh orang lain. Mengapa menganggap orang yang pernah kau cintai dan pernah membahagiakanmu sebagai bajingan? Sampah? Atau mungkin gambaran kotor yang lainnya? Itu terjadi apa karena dia telah menyakitimu? Terlalu dalam kah lukanya? Sampai diri sendiri harus merelakan hati yang masih mencintai hanya untuk pura-pura membenci? Segala akhir yang terjadi adalah resiko terbesar yang kamu terima. Tidak semua hubungan berjalan dengan lancar, tidak semua kejadian akan sesuai dengan ekspetasi. Jangan beranggapan bahwa orang yang pernah mengisi hari-harimu merupakan sampah yang lewat hanya karena satu hal yang membuat mu tidak mengerti, mengapa ia melakukannya. Kesalahan akan tetap kesalahan, tetapi kenangan juga akan tetap menjadi kenangan. Jika tidak bisa menerima orangnya kembali, setidaknya kenangan bersamanya bisa dihargai. 'People change, but memories dont' simpan itu baik-baik. -Adreya (yang pura-pura mengerti soal sakit hati😜)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines