Bintang & Bulan

Bintang & Bulan

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 27, 2019
Eliana menjalani hari-harinya sebagai siswi di sebuah SMA di Jakarta. Dia memiliki seorang sahabat bernama Bintang. Bintang adalah satu-satunya orang yang diajak Eliana bicara di sekolah. Semenjak ayahnya menceraikan mamanya, Eliana menjadi depresi. Terlebih karena mamanya ditinggal ayahnya karena menderita penyakit yang cukup parah. Hari-harinya menjadi sangat abu-abu. Dia tak lagi mau diajak bicara atau bersenang-senang seperti siswa-siswi lainnya. Untungnya, Bintang adalah sahabat Eliana sejak kecil. Eliana hanya mau berbicara pada Bintang. Kehidupannya menjadi cukup sulit. Eliana harus selalu waspada tiap kali penyakit mamanya bertambah parah. Dia selalu khawatir tiap kali berangkat ke sekolah. Khawatir meninggalkan mamanya, meski di rumah sudah ada Bi Salinem yang berperan sebagai pembantu urusan rumah tangga. Bahkan, dia pernah berpikir untuk berhenti sekolah saja, menemani mamanya sepanjang hari. Tapi, Bintang dan Bi Salinem selalu menyemangatinya. Bintang juga sering berkunjung ke rumah Eliana untuk memastikan keadaannya. Dia tidak mau Eliana patah semangat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • Bad and Good
  • Oranye Di Langit Senja
  • Titania
  • Daniel Owns Me
  • Gravity Of Love ( Complite )
  • 9 Bintang
  • To Choose an Enemy (End)
  • Harapan (Completed)
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines