A Precious Coincidence

A Precious Coincidence

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 31, 2019
"ila, jangan lupain aku kalau kamu udah dapat sahabat baru" tangis itu pecah yang sudah berusaha mereka tahan, menarik kembali seseorang kedalam pelukannya . "Aku ingat ketika kamu bilang gini, aku lebih seneng jadi lilin karna semua orang yang ku sayangi bisa ngerasain cahaya walaupun aku hancur" senyum yang dipaksakan itu sungguh membuat ummay lebih hancur lagi . "Aku suka mata mu, jangan sedih nanti mata mu ku congkel" sedikit kejam tapi berhasil membuat mereka berdua tertawa . *Yang terjadi diantara mereka ada sebuah privasi, hanya aku kamu dan dia yang tau . Jadi diam2 saja . Aku akan memberikan bocorannya, didalam chapter2 cerita ku * -Ree
All Rights Reserved
#739
hijrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maafkan Aku
  • DeaSea
  • My Dear,is the Perfect "Husband"
  • RASSYA [ON GOING]
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • METANOIA (REVISI)
  • My Possessive CloseFriend [COMPLETED]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Maaf' (Revisi)

"Naura, sebenarnya aku menyimpan sebuah perasaan lebih di balik persahabatan kita. Aku tak ingin kau mengetahuinya, karna aku takut kau akan menjauhiku. Aku senang sekali, saat kau mendapatkan seseorang yang lebih baik dari aku. Aku melihat kau bahagia dengannya. Seandainya diriku yang disampingmu sekarang. Tapi apa boleh buat, takdir berkata lain. Namun, tak ada penyesalan bagiku, aku bahagia karna kau sudah bahagia sekarang. Bye, I love you" -Chiko- "Suka duka kita lalui bersama. Aku sangat merindukan saat kita tertawa bersama. Apakah kau tidak merindukan hal itu? Hal kecil, namun indah. Jika kau merindukannya, kembalilah padaku. Aku berjanji, takkan melupakan dirimu lagi. Aku tak mau kehilanganmu. Andai waktu dapat diputar kembali, pasti sekarang aku dapat tertawa bersamamu lagi. Maafkan aku. Aku tahu, aku memang salah. Chiko, I miss you." -Naura-

More details
WpActionLinkContent Guidelines