Mengutamakan Utama

Mengutamakan Utama

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 2, 2019
Tidak masuk akal memang. Jika seorang wanita bodoh seperti aku mengidolakan lelaki sejenius dia. Ditambah lagi,wanita yang mengidolakannya tak terhingga kuantitasnya. Sesuai dengan namanya "Utama". Sosok lelaki ini selalu diutamakan oleh siapapun dan dimanapun ia berada. Sosok yang baik hati,ramah,memiliki senyum yang memikat serta selalu sukses dalam bidang pendidikannya. Siapa wanita yang tidak ingin memilikinya? aku tidak berjuang untuk mendapatkannya,tetapi aku hanya berjuang untuk tetap menatap dan menetap melihat senyumnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR TERBAIK (TERBIT)
  • CARAMELIK
  • FINDING A MIRACLE ( MIRACLE SERIES #2 ) ( COMPLETED )
  • Bakana On'nanoko
  • Surat Dari Langit
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Dear Husband [TAMAT]
  • Saujana Sandyakala ~ Completed

Dilamar karena saling mencintai ✖ Dilamar karena mendoakan saat bersin✔ ** Najla tidak pernah mengira kalau mendoakan seorang Adam Rayyan Rizqullah ketika lelaki itu bersin akan berakhir dilamar. Gadis yang belum move on dari mantan kekasihnya itu dibuat bingung. Antara menerima lamaran dari Adam atau menunggu Alan kembali yang entah pergi ke mana. Di mata Najla, Adam memiliki sebuah kelebihan dan sesuai kriteria suami idamannya. Apa itu? Kelebihan Adam adalah duda! Iya, kalian tidak salah baca. Najla, gadis absurd yang memiliki kriteria suami idaman seorang duda. Aneh, bukan? Keinginannya menikah dengan duda sudah mendarah daging, bahkan kedua sahabatnya didoktrin agar memiliki kriteria yang sama. Akankah Najla menerima lamaran dari Adam dan melupakan masa lalunya? ** "Adek saya masih kecil," ucap Lettu Ammar "Saya tau," jawab Mayor Adam enteng. "Dia gengsian." "Saya akan belajar untuk peka." "Dia suka marah-marah." "Sebisa mungkin saya tidak memancing amarahnya." "Ilmu agama yang dia tau tidak sedalam itu." "Akan saya santriwatikan adekmu dengan saya yang menjadi guru privatnya." "Dia manja." "Akan saya turuti semua inner child-nya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines