Me and 7 Deadly Sins

Me and 7 Deadly Sins

  • WpView
    Membaca 107,232
  • WpVote
    Vote 12,089
  • WpPart
    Bab 22
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 21, 2020
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Terkejut. Itulah satu-satunya kata yang tepat untuk mendeskripsikan perasaannya saat ini. Dirinya baru saja bangun dari tidur lelapnya yang begitu menenangkan, dan sinar sang Mentari bahkan masih terasa begitu hangat di tubuhnya. Namun, kenyataan macam apa yang muncul di matanya saat ini. Perasaan gadis pememilik surai yang berwarna serupa dengan tanah tersebut bercampur aduk. Manik coklat mudanya menatap nanar ke arah tujuh pria di hadapannya. Degup jantung yang tak karuan miliknya sudah tak dapat dipungkiri lagi. "Kalian, penguasa neraka?" Berbagai kejadian yang memacu adrenalin, gila, lucu, dan kesehatan jantung milik gadis tersebut selalu terjadi di setiap harinya. Kekisruhan di rumah miliknya tak pernah menghilang barang seharipun. Namun, hal tersebut hanya bertahan untuk satu tahun. Sebelum akhirnya, sesuatu terjadi dan segala kebenaran mengenai diri gadis tersebut terungkap. "Jadi, ini alasan mengapa kalian memilih ke tempatku." ------------------- Kisah Lucifer dan kawan-kawan, bersama dengan seorang gadis nihh... XD Romance - Fantasi - Humor - Reverse Harem - Adventure - Horor - Family
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#79
satan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pangeran Kegelapan
  • Cinta Itu Polos?
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • DEVIL'S FRUIT (21+)
  • QUEEN RERE [END]
  • Soecian
  • Kronos [COLD DEVIL #3]
  • Darkness Crystal: BBB Fanfic [✓]
  • MIRROR | Jay ✓
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan