Indigo [SUDAH DITERBITKAN]

Indigo [SUDAH DITERBITKAN]

  • WpView
    Membaca 223
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 5, 2019
Gadis itu hanya bisa mengerjapkan matanya tak percaya. Tulisan yang terbubuh rapi itu lama-kelamaan semakin mengabur, seiring air matanya yang mulai merembes keluar. Kakinya mulai gemetar. Dan tubuhnya mulai lemas. Untuk beberapa saat ia hanya bisa berdiri mematung. Gadis itu memejamkan matanya perlahan, mengambil napas untuk menguatkan niatnya. Perlahan dia berbalik ke belakang. Dan mata sembabnya langsung bersitatap dengan bola mata sehitam jelaga yang selama ini menjadi penopangnya. Dia masih sama. Dia laki-laki yang sama. Dan mata itu masih menatapnya dengan cara yang sama. "Aku tau sejak awal kamu berbeda." Laki-laki itu tersenyum. "Kita tak sama. Itulah alasan mengapa kita tak bisa bersama."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#41
gavriel
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • Vericha Aflyn ✔️
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • ARDILA & DINAR
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Sweet Combat
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Amor Almira
  • AFIKA [ END✔ ]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan