Story cover for Titik by miss_authorina
Titik
  • WpView
    LECTURES 713
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Chapitres 7
  • WpView
    LECTURES 713
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Chapitres 7
En cours d'écriture, Publié initialement janv. 28, 2019
Ini mungkin cerita tentang kita;
kita yang sering merasa bimbang untuk melangkah, meski hanya selangkah,
kita yang berusaha memahami perasaan orang lain, tapi tidak dengan perasaan sendiri,
kita yang sering menunda untuk jujur, hingga akhirnya bertemu dengan penyesalan.

Tapi, cerita ini tentang Gita, Abimanyu, dan Sofyan.
Tak melulu soal cinta segitiga, tapi juga soal cinta kepada diri sendiri;
karena hidup, kita yang pegang kendali.
.
.
Sedang jenuh dengan segala ke-romansaan ini, mohon maaf jadi slow update hehe
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Titik à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#695sastra
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
RUMAH tanpa pintu , écrit par diandlyne
36 chapitres En cours d'écriture
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
Zidan With Syakira , écrit par wpbyslmaa274
17 chapitres En cours d'écriture
بسم الله الرحمن الرحيم {Jangan lupa follow dulu gays sebelum baca🙏} Ada dua orang anak yang bersahabat dari kecil,bahkan dari bayi masih merah. orangtuanya pun akrab dan selalu menjadi pendukung persahabatan mereka,bahkan jarak rumah mereka pun hanya dua meter saking dekat nya. Kemana-mana mereka selalu bersama-sama, baik itu di sekolah, di rumah, di pengajian,di luar bahkan di tempat bermain. Gadis perempuan yang hidup di keluarga yang sederhana meskipun ayah nya seorang pekerja swasta sebagai buruh tetapi keluarga si gadis perempuan tidak luput dari rasa bersyukur, dan sementara anak laki-laki yang hidup serba punya karena seorang ayah nya yang memilki pekerjaan kantoran, namun mereka selalu saling melengkapi tidak memilah-milah dalam persahabatan. Saat sekolah paud dan MI atau SD persahabatan masih begitu utuh dan tetap bersama. namun saat mereka selesai acara pelepasan atau graduation masa Madrasah Ibtidaiyah,mereka harus terpaksa akan ada perpisahan yang benar-benar nyata. anak laki-laki yang akan di bawa ke daerah tinggal ayah nya dengan waktu yang begitu lama, sementara gadis perempuan itu yang sedih di tinggalkan oleh sahabat nya pergi jauh dari kampung halaman kelahirannya. Disaat mulai berpisah mereka pun menjalani kehidupan nya masing-masing, tetapi persahabatan nya masih di jaga dengan baik meskipun tidak lagi saling menyapa dengan tatapan empat mata. Saat mereka berpisah mereka ada seseorang yang mengagumi diri nya, namun mereka tidak ada satu yang berminat untuk pacaran dan tetap menunggu dan menjaga persahabatan. 15 tahun kemudian, mereka kembali bertemu dengan kondisi yang berbeda, dengan usia mereka yang sudah dewasa dan sudah memenuhi impiannya, dan juga perasaan mereka yang telah berbeda tidak seperti dulu lagi... penasaran kan dengan cerita nya yuk simak cerita nya.. Author minta maaf yah belum sempurna dalam segi penulisannya. ~Happy Reading ~
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
RUMAH tanpa pintu  cover
Love Story cover
Cinta Sendirian cover
KALINDRA  cover
Zidan With Syakira  cover
Dear Ex Ceo (GitShan)  S1  cover
I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon cover
Hazen: 2018 cover
Meneroka Jiwa 2 cover
ELGITA  (TERBIT) cover

RUMAH tanpa pintu

36 chapitres En cours d'écriture

rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---