The Magical Melodies

The Magical Melodies

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 31, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Gadis yang tiba-tiba mati karena alasan, ia harus menyelamatkan Kerajaan dari Dunia yang tak ia kenal. Nijino Yume, ia ditunjuk sebagai Penyelamat dunia Colourful Neverland agar mereka terlindungi dari serangan Kerajaan Neverland. Perjalanan Yume di kehidupan yang baru tak mudah, ia harus menemui kenyataan yang pahit dan tangisan dirinya yang tak pernah terhenti. ◀The Magical Melodies▶ ▫Writed by Sugarly_Amy▫ ▪▫Aikatsu Stars!▫▪
All Rights Reserved
#73
aikatsu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAREAPADA [Revision]
  • She Become the Idol's Girlfriend
  • Flace
  • ✅️ Dreams and Faded Sakura [Kazuha x Ayaka] - Genshin Impact Fanfiction
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • Villain Obsession
  • (On Hiatus!) Reincarnated as A Useless Duke's Eldest Son
  • Lost Star
  • Cinderella? [BL][Slow Up]❌

Mareapada The Secret of The Universe. Ketika semuanya telah hancur dan terlambat. Hanya keluarganya yang bertahan, dan terlambat menyelamatkan perempuannya. "Aku saja yang dihukum, mengapa harus dia juga?" Mereka melindungi sekaligus menghancurkan. Memang seharusnya karma menyertai keduanya. Kembali kepelukan. Namun, dunia yang berbeda untuknya membuat Arte Daimon memanfaatkan anak sulung pengusaha terbesar yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun dan terus beregenerasi, yang diketahui manusia. Mungkin, ini keserakahan yang dapat dimaklumi. "Apapun untuk kebahagiannya, waktunya terlalu singkat untuk hidup. Kalau dia mampu menembak jantungku, aku ingin mati secepatnya, bersamanya, berulang kali." Asgar mengulangi lagi ucapannya, "kak, apa yang mami lakukan sampai kita dapat hukuman? Apa yang kamu lakukan dengan semua pecahan kaca ini?." Achilles hanya menggeleng dan menjawab. "Asgar, hiduplah seperti yang kamu mau saja, jangan pedulikan aku. Berbahagialah!" Laki-laki bersaudara itu hanya saling menguatkan, dan bertindak semaunya demi keinginannya tercapai. "Demi Arte, 'kan?" 2025©AISA

More details
WpActionLinkContent Guidelines