Imagine Between Us

Imagine Between Us

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Mar 12, 2020
Aku hanyalah seorang insan yang hanyut dalam sebuah imajinasi, memilikimu. Andaikan kau bisa mendengar bisikan-bisikan di hati ku, apakah kau akan selalu ada untuk menemaniku di segala suasana hati? --Farala Afika Putri-- Mungkin kau hanya untuk ku dekati bukan untuk kumiliki, namun apakah kau tahu isi hati ku? Aku hanya berharap Tuhan merubah keputusan-Nya agar menjadikan kau bagian dari jiwaku. --Devindra Wiryatama--
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • FALLING IN LOVE
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • Tokoh Utama
  • BAPER [COMPLETED]
  • Keep Being You [Complete✔]
  • Frozen Heart [HIATUS]
  • VARELZA (END)✔️
  • ABIAN HALA
  • GEMINTANG HATIKU

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines