Story cover for SERUNI JAM 1 by InnaIsna
SERUNI JAM 1
  • WpView
    Reads 577
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 577
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Jan 28, 2019
Srriitttttt..... srriiitttt... Sriiittttt... Suara besi diseret mengangagetkanku, jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Suara itu semakin mendekat, Oma memelukku semakin erat.

"Tidurlah, tidak akan terjadi apa-apa"

Aku ketakutan dan gemetaran suara itu semakin dekat dengan kamar kemudian berhenti tepat dijendela lalu....brukkkk....bruuukkk...jendela yang terbuat dari kayu dipukul dari luar dan terhalang oleh besi teralis hiasan jendela. Oma menutup mulutku rapat-rapat dengan tanganya, aku menangis ketakutan.

"Jangan teriak sayang" Bisik Oma.

Jam sudah menujukkan pukul setengah 3 pagi suara itu akhirnya pergi tapi tiba- tiba aroma dupa dan bunga seruni manyeruak masuk dikamar.
All Rights Reserved
Sign up to add SERUNI JAM 1 to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Black Out III by Alya_M24
17 parts Complete
"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.
You may also like
Slide 1 of 9
1 Rupa 2 Jiwa cover
Black Out III cover
Tentang Lionel : Cerita dari Catherina cover
BERKELANA DI LABIRIN [End] cover
TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING cover
The Silence That Shaped Me cover
Ecosillia cover
Tepian Semu || Lilynn✅ cover
Antara Dendam dan Cinta cover

1 Rupa 2 Jiwa

31 parts Complete

[Completed] *Brugghh!!* Suara pintu kamar yang aku banting dengan keras. Aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku jika aku kembali mengingatnya. Wanita itu... Dia sudah mengingatkanku kembali pada seseorang yang sangat aku benci. Tidak, aku salah. Bukan wanita itu, tapi kerudung panjang yang ia kenakan. Aku benci semua itu, aku benci melihat kerudung! Semua itu hanya membuatku kembali tersiksa. "Tidak.... Tolong jangan lakukan itu.. Kumohon jangan pukul kami.... Aaaa... Kumohon hentikan... Ampun!! Jangan sakiti kami... Aaaaa... Kumohon hentikan ini.... Hiks hiks.... Tidak.... Jangan...... Aaaa..." Entah kenapa, suara itu terus terdengar ditelingaku. Kenapa suara itu tak pernah mau hilang dari pendengaranku? Itu benar-benar membuatku kembali terluka. Aku benci dia! Aku benci!