Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Timun Mas
  • WpView
    LECTURAS 38
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 8, 2020
WpInfo
Ficción
Fantasía
Srini adalah seorang janda yang tinggal sebatang kara. Ia hidup penuh godaan dan cibiran warga. Janda pada masa itu, dianggap hina, apalagi kematian suaminya sangat mendadak. Srini yang miskin itu, lalu pergi bersugih kepada Buto Ijo Sang Penguasa Alas Ijo. Lalu, lahirlah Timun Mas. Bayi perempuan hasil pesugihan Srini kepada Buto Ijo. Nyawa digangi nyawa. Buto Ijo minta agar Srini menyerahkan nyawanya dan putrinya, kelak Timun Mas beranjak dewasa. Sedikit yang mereka tahu, Timun Mas bukan gadis biasa. Dia adalah jelmaan Dewi Bulan, putri Dewa Langit. Akankah Buto Ijo berhasil mendapatkan Timun Mas? Atau, Srini dan Timun Mas berhasil melepaskan diri dari Buto Ijo?
Todos los derechos reservados
#70
nusantara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • RIMBA MERUN
  • Oh, My Giant [END]
  • Di Antara Simpul yang Tak Terlihat
  • THE LEGEND OF RED EYES
  • Pendekar Dari Pajajaran
  • Mari Saling Bicara

Di sebuah dusun terpencil, tersembunyi di jantung hutan tropis Lampung, berdiri sebuah sekolah bernama Rimba Merun. Di sanalah Bu Mar, seorang guru tua dari kota menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari demi sekolah ini tak di tutup. Bersama dua guru lainnya, ia mengajar segelintir anak dusun yang miskin dan sederhana. Murid-muridnya mayoritas berasal dari keluarga tak mampu. Di dusun itu, kebanyakan orang tak berpendidikan, hidup dari buruh kelapa sawit, dan pertanian seadanya. Sekolah dianggap sia-sia. Namun, para guru tak menyerah begitu saja dalam mendobrak lingkaran setan. Lalu datanglah ancaman. Perusahaan konglomerat sawit mengklaim bahwa tanah sekolah dan hutan di sekitarnya, termasuk dusun Rimba Merun, masuk dalam wilayah konsesi mereka. Pabrik itu akan menggusur tanah mereka. Bu Mar dan guru lainnya tidak tinggal diam. Bersama murid dan sebagian warga yang mulai sadar dan berani, mereka membangun perlawanan. Namun perjuangan tidak mudah. Di tengah tekanan ekonomi, masyarakat terpecah dan merasa tak mampu karena yang mereka hadapi adalah koorporasi raksasa, sedangkan mereka, hanya orang miskin yang punya tanah dengan status warisan turun temurun. Ini adalah kisah tentang sekolah kecil di tengah hutan, tentang harapan guru-guru yang tak berhenti percaya menyalakan api pendidikan, tentang anak-anak yang tak berhenti bermimpi, dan potret masyarakat pedalaman yang bertahan hidup ditengah gempuran ekoonomi. Jika sekolah dan dusun itu hilang, bukan hanya bangunannya yang lenyap, tetapi juga seluruh mimpi mereka.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido