HOPE'S
  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 6, 2020
WpInfo
Fanfic
Cerita ini bukan tentang seorang Cowok cool atau pintar. Namanya Azka Primaja Hardinata, mempunyai bentuk wajah yang tidak terlalu tampan, tidak juga terlalu pintar, Azka hanya cowok biasa-biasa saja namun, tingkat kepedeannya mengalahkan siapapun Cowok tampan didunia ini. Azka punya satu kelebihan. Cowok itu sangat mahir berenang. Azka sangat menyukai Selena Xavera, cewek cantik bertubuh bohay. Pintar. Jago masak. Ketua osis. Dan banyak kelebihan lain. Siapa yang tidak mengenal Selena jika cewek itu sudah mendekati sempurna. Hidup Selena tentram di sekolah selama Dua tahun ini. Namun saat Selena menginjak kelas tiga SMA. Hidupnya tak lagi bisa damai, karena seorang Cowok yang berlagak sempurna tiba-tiba saja mengusik ketentramannya. Apapun Azka lakukan untuk bisa mendapatkan hati seorang most wanted di sekolah barunya. Jangan sebut dia Azka Primaja Hardinata kalau tidak dapat melakukannya. Lihat saja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • INSECURE (On Going)
  • ASYHILA(COMPLETED)
  • tatapan pertama di pojok kelas
  • GASA [end]
  • Inikah Cinta?

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines