My Prompt!

My Prompt!

  • WpView
    Membaca 28
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Nov 13, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
<Sepenggal kehaluan penulis yang tiba-tiba muncul.> Jadi book ini khusus berisi potongan plot yang berbeda tiap chapternya. Aku lagi ngalamin writer block. Punya ide buat nulis satu chapter tapi selanjutnya dah ga tahu mau digimanain, ujung2nya malah aku telantarin. Dan sekarang baru terpikir, daripada bikin cerita berseri tapi gantung, mending aku bikin prompt aja. Banyak banget penggalan random plot melayang-layang dalam kehaluanku, tapi takut ga bisa lanjutin jadi aku hanya bisa pendam, huhu. Sekarang akhirnya bisa tersalurkan. Jadi jangan heran ya kalau tiap chapter berbeda dan berisi plot berbeda dengan random karakter. Ini hanya prompt, bukan oneshot yang ada endingnya. Selamat membaca!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#110
prompt
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Meaningful Story 🦋 (LingOrm)
  • Writing Prompt Stories [Edisi 1]
  • Asmaranala
  • Elf Princess (The Final Of Story)
  • Satpam Skripsi
  • Strong Girl
  • My Remedy In You S&R [END]

Bagi Arai, menulis adalah sesuatu yang pribadi-sebuah dunia di mana ia bisa menyusun kata-kata tanpa harus menjelaskan dirinya pada siapa pun. Namun, ketika ia bergabung dengan ekstrakurikuler sastra di sekolahnya, ia mendapati bahwa menulis bukan lagi sekadar miliknya sendiri. Di sana, ia bertemu dengan Satria, seorang penulis berbakat yang kata-katanya terasa begitu nyata, tetapi selalu menyimpan sesuatu di baliknya. Dalam lembaran-lembaran kertas dan percakapan yang tak selalu terselesaikan, Arai mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tak terungkap di antara mereka. Sebuah perasaan yang tumbuh di antara baris-baris yang belum selesai. Namun, tidak semua kata bisa dengan mudah diucapkan, dan tidak semua cerita memiliki akhir yang mudah ditebak. Di antara kalimat yang tertunda dan perasaan yang enggan diakui, apakah mereka mampu menemukan kata-kata yang tepat? Atau justru membiarkan cerita ini tetap menjadi sepotong kalimat yang tak selesai?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan