RAINa
  • WpView
    Reads 251
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Terlalu membenci bisa mengakibatkan jatuh cinta dosis tinggi. "Aku pernah bilang sama Icha, untuk tidak pacaran dengan kamu. Benci kamu sampai kapanpu, tapi sekarang malah sebaliknya," aku menunduk saat menjelaskan itu "Yah, kadang cinta membuat orang jadi semunafik itu. Orang yang paling dibenci adalah orang yang paling disayang di kemudian hari, percaya atau tidak, itu pasti terjadi." Tommy bangkit dari tempat duduk lalu mengulurkan tangannya padaku. Aku ikut bangun sambil menggenggam erat tangannya, yah cinta kadang buat orang berubah munafik. Hari ini bilang apa besoknya bisa berubah, kadang diri sendiri juga sulit untuk dipercayai "Dan, satu hal yang harus kamu ketahui. Pendam rasa itu nggak enak ..." Tommy berhenti sejenak, seperti sedang menarik nafas untuk melanjutkannya, "kayak kentut, kalau ditahan sakit dikeluarkan lega, seperti sekarang." aku kaget saat mendengar ucapan Tommy "Ih ... jorok," aku mengejar Tommy yang sudah berlari meninggalkan aku, berniat untuk memukulnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • 9096 (Complete)
  • Waiting To Be Ended
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Kau Bukan Untukku(end)
  • ON SIGHT (Completed)
  • Weird Wedding ✓
  • Viko OR Vito
  • Sweet RomanShit
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines