Dear Arkan, Why You?

Dear Arkan, Why You?

  • WpView
    Reads 1,862
  • WpVote
    Votes 225
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 10, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Tau apa yang lebih menyedihkan dari sebuah perpisahan? Jawabannya adalah aku, ya aku. Aku yang mencintai seseorang yang hatinya bukan untukku. Cintami Alesha, namaku. Kata Mama, namaku memiliki arti cinta yang di lindungi Allah. Mama berharap hidupku akan di penuhi dengan cinta karena memiliki nama ini. Tapi nyatanya nihil, aku tak mendapatkannya, semua di luar harapan. Cinta... Siapa yang tak kenal cinta? Tak mungkin seorang insan hidup tanpa cinta. Tapi bukan cinta seperti itu yang ku maksud, melainkan cinta suamiku. Aku seorang istri yang mengharap cinta suaminya. Nyatanya aku hidup tanpa cinta dari suamiku. Menyedihkan memang, tapi aku bisa apa? Aku hanya seorang yang selalu memohon melalui doa. Dean Arkan Hanafi namanya, aku hanya selalu menjadi pengagum rahasianya setelah pernikahan kami. Dear Arkan, Why You? Mengapa hati ini begitu mencintaimu? Lanjut di prolog, oke... **** Assalamualaikum Holaa! Ini tuh cerita pertama aku, jadi mohon beri dukungan yang mendorong ya. Seperti vote dan comment mungkin. Happy reading :)
All Rights Reserved
#402
gila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lathifa [END]
  • Takdir Cinta [END]
  • Wa'alaikumsalam My Possessive Husband [END]
  • Kuterima Khitbahmu (TAMAT)
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • IKHLAS (Lengkap Versi Wattpad)
  • Arrasya Brian A.
  • Kata Cinta Dalam Doa [END/Tersedia Lengkap]
  • After You (Selesai) ✔
  • Assalamu'alaikum My Wife [END]

[Spiritual-Romance] [TERBIT] [COMPLETED] [Disarankan untuk membaca Assalamu'alaikum!! Wahai Imamku! terlebih dahulu, karena ini sequel dari cerita itu] Arsyad membersihkan darah segar yang mengalir di bibirnya dengan ibu jarinya. Tangannya bergerak mengambil sapu tangan di saku celananya dan memberikannya pada Lathifa. "Saya tidak apa-apa. Jangan menangis," Lathifa menerima sapu tangan Arsyad dan menutup wajahnya. Terdengar suara pukulan demi pukulan. Kemudian suara hening. Lathifa merasakan dahinya terketuk oleh benda keras. "Kenapa?" tanya Lathifa dengan nafas masih sesenggukan. Matanya menatap intens wajah Arsyad. "Mau nikah sama saya?" Arsyad duduk dengan kaki kanan lurus ke tanah sedangkan kaki kiri menekuk ke atas. Menambah kesan keren bagi Lathifa. ______________________________________________ Jadwal Update Selasa, kamis, dan sabtu Start writing [02 Juli 2018] Finish writing [8 Januari 2019]

More details
WpActionLinkContent Guidelines