DEWAPUTRI

DEWAPUTRI

  • WpView
    Reads 226
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 28, 2019
Akhasa Dewa, bisa di bilang dia adalah dewa nya para putri, dia bisa menaklukkan siapapun, perempuan selalu terpesona bila melihat Akhas. Tapi dia ini playboy, mantannya dimana saja ada, tukang php, korban php nya sudah tidak terhitung, walaupun begitu tetap saja banyak perempuan yang mengejarnya. Lidya putri, dia salahsatu putri yang terjebak pesona Akhas, itu semua terjadi karena adanya kata BAPER, Lidya harus menanggung berkali-kali sakit akibat mencintai Akhas. Semuanya berubah saat hubungan mereka tak lagi sama. "Akhas itu bukan manusia!" -Lidya Putri "Gue bukan manusia," "Tapi pangeran." -Akhasa Dewa
All Rights Reserved
#11
omes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • Suara
  • Pernah Patah
  • About Meet (COMPLETED)
  • Angkasa ✓
  • Ich Liebe Mama! ✓ [END]
  • Sikampret & Sitengil [COMPLETED]
  • CUTE GIRL (HIATUS)
  • Langit Tanpa Awan
  • DIA

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines