Perjodohan Dini

Perjodohan Dini

  • WpView
    Reads 13,880
  • WpVote
    Votes 203
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Ma, ayolah Tina belum siap nikah mah" Ucap Tina yang selalu mengekori mami nya, mami audy. Sebab dia tidak mau di jodoh kan, apalagi umur masih muda, cita citanya belum tercapai, masa iya di suruh nikah. 'Kenapa gak kakak mi Lee aja sih ' gerutunya Tina dalam hati. "Kakak mu juga mami jodohin dan papi kamu setuju, dan kalian berdua harus mau tanpa penolakan, oke sayang" Ucap mami audy dengan tegas terhadap anak nya itu. 'Gak bisa dibiarin nih gue harus cari cara buat batalin perjodohan ini, dikira jaman siti Nurbaya apa' gerutu tina sangat kesal.
All Rights Reserved
#32
tom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • Cupid Misfired (END)
  • ILALANG (TAMAT)
  • AIDEN & SHERA [TAMAT]
  • Duda Tampan Itu Suamiku (Kookmin GS)
  • PERJODOHAN KEJUTAN (TAMAT)
  • Abyanca || Abyan & Bianca
  • AILAH(END)✅
  • LIFE ON ALLETA
  • Denial (Selesai)

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines