Amsterdam Girl

Amsterdam Girl

  • WpView
    Reads 12,156
  • WpVote
    Votes 2,418
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 3, 2021
[COMPLETE] Gadis asal Amsterdam, Netherland Gadis puitis yang berkarya yang tidak berniat untuk merasakan hal hal yang berbau percintaan atau salah satu menjadi tokoh yang terikat di sebuah buku novel yang bergenre romance Dia hanya seorang penulis, tanpa ingin merasakan hal yang di tulis pada tokohnya sendiri di sebuah novel online. Dan jelas hidupnya tidak tergantung dengan seorang Author Tapi lambat laun, hal yang tidak terduga terjadi, tanpa ia rencanakan dan tanpa ia duga, hal yang tidak pernah ia pikirkan bahkan terjadi Salah satu gadis yang berbeda dari manusia normal pada umumya • • "Aku sudah memilihmu untuk menjadikanmu sebagai milikku."-Arkan "Bukan pilihannya yang salah, aku yang sudah terlalu percaya kepada orang terdekatku, sehingga membuatku merasakan kekecewaan dalam arti yang sebenarnya."-Caramel Pertanyaannya adalah, akankah mereka sanggup bertahan dalam keadaan yang menyulitkan sekalipun?
All Rights Reserved
#41
putihabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • ZERGAN
  • Retrouvailles
  • RadenRatih
  • ALLAND
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • SOLITUDES
  • BarraKilla

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines