RAJA PENCITRAAN

RAJA PENCITRAAN

  • WpView
    Reads 267
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Mar 8, 2019
Namaku Adam. Tepatnya Adam Al Kindy. Aku bukanlah siapa-siapa. Hanya seseorang yang mampu mengemas sebuah citra yang baik tentang diri. Bahkan, mampu memperburuk citra seseorang jika berani mengusik kehidupanku. Aku memiliki dua orang anak secara sah secara hukum. Mengapa? Karena aku punya beberapa wanita yang orang lain tak tau bahwa mereka pernah tidur bahkan mengandung anak ku. . Fakta apapun mampu ku bolak balikkan. Bahkan banyak sekali junior wanita mengidolakan aku. Padahal mereka hanya menunggu giliran untuk digoda dan dijadikan selingkuhan. Dimata mereka, aku adalah Adam. Lelaki sholeh yang mampu menyejukkan hati melalui ilmu agamaku. Adam yang royal dan sempurna. Semua kumiliki. Wajah, harta, bahkan citra positif. Tak akan ada yang percaya jika aku gemar bermain wanita. Kecuali, anak buahku yang selalu bersamaku. Dan, tentu saja. Rekan kerja yang memiliki hobi sama denganku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • ANUGERAH [End]
  • Can't Break (END) KTH✔
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU
  • Merried
  • PUTRI ARABELLE DISELIMUTI AWAN
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)
  • ETERNITY [END✓]
  • Life To Keep You

Aku Laras yang tak ingin dipanggil Laras. Ini adalah tentang rahasia hidupku. Aku nyaman dengan kehidupanku saat ini bersama Rasya, anak lelaki usia 9 tahun. Aku hidup berdua dengan Rasya meninggalkan empuknya ranjang di rumah orang tuaku yang ikut menanggung aib karena kesalahan anak semata wayangnya. Tak tertahankan derai air mata ini saat mengenang mereka. Nama Laras sudah kukemas rapi dan tak seorangpun kuijinkan untuk membuka, tak seorangpun. Setidaknya sudah 9 tahun aku berhasil bertahan dan terlatih untuk selalu bangkit dari rasa pedih yang tersisa dari masa laluku. Buktinya aku bisa berdiri dan tersenyum dengan senyum yang kurajut dengan adanya Rasya, penyemangatku. Sampai suatu saat Satria hadir di kantor sebagai sosok bos baruku. Dia yang tak pernah kuharapkan lagi. Dia yang telah menghancurkan hingga menjadi serpihan yang terbuang. Apa yang ditawarkannya padaku kali ini? Apakah ada secuil penyesalan? Kalaupun ada, untuk apa? Semua sudah berakhir 9 tahun yang lalu. Apakah semua hanya kepura-puraan saja, demi uang? Raut wajah resahnya, membuatku bergeming. Mungkinkah 9 tahun ini membuatnya banyak belajar? Apa yang dialaminya selama 9 tahun ini? Apakah dia masih Satria yang dulu kukenal, yang kunanti-nantikan setiap malam tiba? Aku selalu menantikan ceritamu, ibarat pil tidur yang mampu membuatku terlelap setelahnya. Mengapa isi kepalaku dipenuhi tentang Satria setelah pertemuan itu? Buyar semua segala pertahanan yang kubangun. Atau mungkinkah masih ada secuil rasa tersisa di hatiku, setelah apa yang diperbuatnya padaku? Entahlah...

More details
WpActionLinkContent Guidelines