Pernikahannya berakhir, Jiya tak pernah membayangkannya, apalagi alasan di baliknya. Satu-satu alasan yang membuat ia tetap berdiri adalah Malik, buah hatinya. Namun mantan suaminya bersikukuh mengambil Malik, membuat Jiya dibayangi teror kasat mata. Hari di mana ia pergi dari Jakarta tiba, melebarkan kakinya ke Surabaya dari segala hiruk-pikuk hidupnya. Alih-alih ke Surabaya, Jiya justru melewatkan perjalanannya hingga ke Kota kecil tak jauh dari Surabaya. Hidup barunya di mulai dari sana. Menemukan sisi dirinya yang kian meredup, kembali menyala. Tak banyak orang tahu Kota tersebut, namun Jiya kembali menemukan dirinya di sana. Dengan orang-orang unik yang menemani hari-harinya untuk kembali menemukan warna dalam hidupnya. Ilustration cover by Pinterest : nabhanabdullatif | Tumblr
More details