Sepatah

Sepatah

  • WpView
    Reads 88,711
  • WpVote
    Votes 2,547
  • WpPart
    Parts 65
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 26, 2022
kau cuma butuh 2 detik untuk baca dan beberapa saat untuk menangkap maknanya.
All Rights Reserved
#289
poem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • pak dosen
  • Dua Pilihan(Deva Kiara)
  • Ara
  • Leonids
  • Dosen itu suamiku {SALMA X RONY}
  • π‘³π’Šπ’“π’Šπ’Œ π‘³π’‚π’ˆπ’– : πΈπ‘π»π‘Œπ‘ƒπΈπ‘ ε·›Λ’β±βΏαΆœα΅‰β‚‚β‚€β‚‚β‚€
  • ZARKIEL
  • malaikat kecil

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR Β©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines