Dari Nol sampai Seratus

Dari Nol sampai Seratus

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 28, 2019
بسم الله الرحمن الرحيم Semuanya berawal dari nol, yang akan menjadikan kita mencapai seratus adalah diri kita sendiri. Kamu tahu, semakin tinggi sesuatu yang kamu harapkan maka, semakin berbahaya pula jalannya. Ingat! Tetep ikut sertakan Dia dalam setiap langkahmu agar jalan yang telah terlewati menuai keberkahan. Layaknya sebuah cermin, selalu menunjukkan hal yang sama. Namun, dengan posisi yang berbeda. Semakin lama bercermin, semakin tahu letak kesalahan kita. Hal ini akan membuat kita bermusahabah. ...............
All Rights Reserved
#20
proses
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Tuhan Cinta Kita
  • BE MY SELF
  • Detik Datang Dan Pergi
  • N O R A [on going]
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • TRIANGLE
  • You are in my past and my future [END]
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines