Satu Hari Di Bulan Januari

Satu Hari Di Bulan Januari

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 30, 2019
Kali ini satu hari ini di bulan Januari tampak berbeda. Berbeda, rasanya sangat berbeda. Tapi tak apa, sekali lagi terlepas dari itu aku sangat bersyukur pada Maha Kuasa ketika semua hal terjadi dalam hidup adalah pelajaran. Terima kasih telah telah menjadi kuat untuk melewati alur penghidupan yang terjadi setahun belakang ini. Terima kasih telah bersedia bertumbuh. Semoga menjadi jiwa yang lebih baik dari kemarin. Walau tak mudah melewati hari kemarin yang sangat menyeramkan dan banyak luka mengaga yang menggoreskan sisi dirimu itu adalah takdir indah dan pendewasaan diri . Semoga kau tetap siap mengarungi hari- hari yang mungkin jauh lebih memayahkan. Sekali lagi, semoga bahagia ya.
All Rights Reserved
#170
satu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Team: Trial of Time
  • 𝐀𝐋𝐈𝐀𝐆𝐍𝐀𝐍 [ SELESAI ]
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Galang dan Naura ✔
  • Wounds in Marriage
  • Rintik Hujan
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
  • LED ASTRAY
  • PAINFUL✔[SUDAH TERBIT]
  • REZANGGA [SUDAH TERBIT]

[ON-GOING: Setiap hari Sabtu dan Minggu] Sebuah kelompok pemimpi dari berbagai kalangan memulai menciptakan jalur tempuh tersendiri. Bermula dari sekadar mengejar hasrat dunia virtual dengan memamerkan kreativitas, hingga berubah menjadi sorakan yang didengar oleh seluruh komunitas. Mimpi sederhana berbuah hasil menjadi harapan besar-sebuah kesempatan bekerja sama dengan idola mereka, menciptakan sesuatu yang mungkin mengubah dunia mereka. Namun, di balik sinar terang sudah pasti ada bayangan-keraguan mulai menjalar dengan rasa malu. Apakah ini sungguh peluang, atau bisa jadi jebakan tersembunyi di balik sinar itu? Tanpa disadari pusaran tragedi menimpa mereka. Pengkhianatan menyelinap di antara persahabatan, memicu amarah berakhir melukai. Rasa ingin menyerah, ambisi yang terlalu kuat, melahirkan konflik yang melelahkan, hingga seseorang tersungkur tak bernapas. Ada yang berjuang melawan rasa candu, ada yang dihantui rasa bersalah, ada pula yang nyaris kehilangan harapan hidup. Bahkan, keputusan kecil yang tampak sepele membawa konsekuensi begitu parah, mengubah jalan tempuh mereka seutuhnya. Selagi semua tragedi melanda satu demi satu, sebuah pilihan tak masuk akal muncul di hadapan mereka: mengorbankan seseorang demi menyelamatkan segalanya, atau tetap bertahan seutuh mungkin dengan risiko kehilangan segalanya. Mereka terjebak dalam imajinasi dan kenyataan, mencari kekuatan untuk bertarung menebus kesalahan, dan menemukan kembali persatuan dari tim yang sudah lama berdiri kokoh. Dipublikasikan pertama pada: 1 Januari 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines