Space & Universe

Space & Universe

  • WpView
    Membaca 88
  • WpVote
    Vote 30
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 8, 2019
Misha Aqillah yang kini masih duduk di bangku SMA, mempunyai pekerjaan sampingan menjadi seorang penyanyi di sebuah club malam. Kini pekerjaan nya membuat satu sekolah di hebohkan, banyak yang menganggap Misha sudah ternodai, bahkan nyatanya tidak seperti itu. Misha masih menjaga derajatnya dengan baik. "Hey wanita malam." Sapa gadis yang cukup populer di sekolah tersebut. Misha pun tidak menggubris karena memang ia bukan wanita malam. Gadis yang menyapa Misha pun merasa kesal dan menarik segaram yang Misha hampir membuat badan mungil Misha terjatuh. "Makanya kalau kerja jangan deketin soundnya, tuli kan jadinya." Mendengar kata kata tersebut Misha pun reflek menampar pipi gadis yang baru saja menarik seragamnya. Membuat gadis tersebut meringis kesakitan. Misha hanya menatap dengan tatapan tajam dan pergi melewati sekelompok gadis tersebut. "Kurang ngajar!" Langkah Misha pun berhenti, "Bukan gue yang kurang ngajar tapi lo yang kurang di ajar." Misha pun kembali melanjutkan langkahnya, ia berjalan seperti tidak ada yang terjadi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#14
misha
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rieril
  • Skripsi Pengantar Cinta  [TERBIT] ✓
  • Pahala Surgaku✓
  • Kekasih Halalmu [SUDAH TERBIT]
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • KEPERGIAN SENJA
  • HALOALKANA
  • GUNFA
  • Goede Ziel (On Going)
Rieril

Menyadari keberadaan Eril, Eyra buru-buru mengusap wajahnya. Eyra kembali menoleh, kini dengan senyum manisnya seakan tidak terjadi apa-apa. "Ngapain?" Tanya Eril yang dijawab gelengan ringan dari Eyra. Eril ikut duduk di samping Eyra "ketahuan banget." Ujarnya lalu menarik Eyra ke dekapannya. "Eril Apa-apaan sih?" Kesal Eyra berusaha melepaskan diri. Bukannya melepaskan, Eril malah semakin mengeratkan pelukannya. "Udah, nangis aja gak ada yang liat juga." Mendengar itu Eyra berdecak "ngapain sih, dateng-dateng malah nyuruh nangis" katanya, kali ini sudah tidak ada penolakan di dalam dekapan Eril. "Gue gak tau masalah lo apa, tapi gue bisa ngerti lo ada masalah" ujarnya menepuk-nepuk bahu Eyra. "Gak usah ngejawab!" Tanpa diminta lagi, tangis Eyra pecah. Eyra menangis bersandar di dada Eril. Gak usah ngira ngira, kisahnya gak semenyedihkan itu kok. Penasaran kelanjutannya? Yok! Ikuti kisah satu ini!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan