Space & Universe

Space & Universe

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 8, 2019
Misha Aqillah yang kini masih duduk di bangku SMA, mempunyai pekerjaan sampingan menjadi seorang penyanyi di sebuah club malam. Kini pekerjaan nya membuat satu sekolah di hebohkan, banyak yang menganggap Misha sudah ternodai, bahkan nyatanya tidak seperti itu. Misha masih menjaga derajatnya dengan baik. "Hey wanita malam." Sapa gadis yang cukup populer di sekolah tersebut. Misha pun tidak menggubris karena memang ia bukan wanita malam. Gadis yang menyapa Misha pun merasa kesal dan menarik segaram yang Misha hampir membuat badan mungil Misha terjatuh. "Makanya kalau kerja jangan deketin soundnya, tuli kan jadinya." Mendengar kata kata tersebut Misha pun reflek menampar pipi gadis yang baru saja menarik seragamnya. Membuat gadis tersebut meringis kesakitan. Misha hanya menatap dengan tatapan tajam dan pergi melewati sekelompok gadis tersebut. "Kurang ngajar!" Langkah Misha pun berhenti, "Bukan gue yang kurang ngajar tapi lo yang kurang di ajar." Misha pun kembali melanjutkan langkahnya, ia berjalan seperti tidak ada yang terjadi.
All Rights Reserved
#101
space
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Skripsi Pengantar Cinta  [TERBIT] ✓
  • Discovery Of Love (Completed)
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • KEPERGIAN SENJA
  • HALOALKANA
  • W A D [END]
  • GUNFA
  • DIA PERGI?!
  • Langkah (By Auzizahirah)

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines