Love Pattern

Love Pattern

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Menurut para senior, Ketua Organisasi Mahasiswa Islam (OMI) di kampus, akan berjodoh dengan Koordinator Akhwat OMI. Setidaknya dalam 4 tahun terakhir, pola tersebut terjadi. Informasi itulah yang berada di pikiran Aya, ketika dia terpilih menjadi Koordinator Akhwat. Tanpa ia sadari, hatinya menjadi cenderung kepada Faris, Ketua OMI. Akankah Aya dan Faris melanjutkan pola jodoh yang sudah terjadi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Terlewatkan
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Jodoh Pilihan Allah [TAMAT] ✔️
  • Jodohku Sahabatku 2
  • Gus Reyhan untuk Syifana
  • AL-GHAAZIY
  • Jodohku Dosen Menyebalkan ✓-New Account- (TAHAP REVISI)
  • Two Hearts, One Path ~Harqeel (HIATUS)
  • F dan Z  ( and )

Imam dan Aya adalah teman sewaktu duduk di bangku sekolah dasar. Setelah sekian tahun tak saling memberi kabar, mereka kembali bertemu saat kelas satu SMA di pengajian. Sejak itu mereka mulai berkomunikasi lewat sosmed untuk saling ejek. Pertemuan kedua, adalah saat reuni SD dan Aya banyak bertanya tentang ta'aruf. Pertemuan berakhir dengan Aya yang tiba-tiba pulang setelah menjadi diam hingga menangis dalam diam. Hanya Imam yang mengetahuinya. Imam yang akhirnya tau alasan Aya menangis adalah karena gadis polos itu telah menjalani 'pacaran berkedok ta'aruf', akhirnya sepakat untuk self building bersama. Agar mereka tidak melakukan hal seperti itu lagi dan agar mendapat jodoh terbaik. Namun satu tahun kemudian Aya tidak mengabari Imam. Memutuskan kontan tanpa sebab yang pasti. Imam yang memang tipikal cowok cuek dan gensian, tidak mau menghubungi sahabatnya itu terlebih dahulu. Mereka berpisah tanpa ada yang saling mengakui perasaan masing-masing, bahkan menolak rasa itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines