Ananing Ati

Ananing Ati

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 20, 2019
Saat seseorang datang padanya dan memberikan uluran tangan untuk memeluknya, dia meragukannya. Menutup semua yang dia rasakan untuk sebuah rasa yang memenjarakannnya untuk bertahun-tahun lamanya. Seseorang yang datang padanya, berusaha menariknya kembali. Mengajaknya untuk melupakan rasa itu, dengan meminta bantuannya untuk menemukan seseorang yang dia butuhkan. Itu benar, dia mendekat untuk meminta bantuan seseorang yang terluka itu. Tapi saat-saat itu, kenapa dia selalu ingin melindungi? Selalu ingin memeluk orang itu, disaat orang itu kedatangan sebuah rasa yang memenajarakannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Love That Heals
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • ALEZRIEL( On Going)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Mentari
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • " To Love ,To Lose "
  • Traces in the Light
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )

[COMPLETED] "Cinta itu bahagia, bukan luka." Benarkah begitu? Bagaimana jika cinta dipahami sebagai sesuatu yang menyakitkan oleh seseorang yang mempunyai masa lalu kelam? Hidup dengan kekerasan yang di normalisasikan, tidak dapat pembelaan. Dan tangan yang harusnya merangkul justru jadi tangan yang paling keras memukul. Pernah dengar kata-kata? "Seseorang yang biasa menerima pukulan akan kebingungan jika diberi pelukan." @copyright2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines