Asmaradaha Gayatri

Asmaradaha Gayatri

  • WpView
    Reads 2,914
  • WpVote
    Votes 197
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 27, 2020
"Aku hanya ingin bertanya padamu Dinda. Bagaimana perasaaanmu padaku?" Gayatri menjadi bingung dengan tingkah Raden Wijaya yang aneh. Ia menjawab, "Perasaanku padamu adalah perasaan sayang seorang adik kepada kakak." "Lalu, memangnya bagaimana perasaanmu padaku Kanda?" Raden Wijaya semakin gugup, jantungnya berdetak kencang. Melihat kepolosan wajah Gayatri, ia tidak sanggup mengutarakan isi hatinya yang sebenarnya. Dengan senyum terpaksa ia menjawab, "Perasaanku padamu, sama seperti perasaanmu padaku."
All Rights Reserved
#16
singasari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name Is Erwinda
  • if (END)
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • GEMINTANG HATIKU
  • AILAH(END)✅
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • (TERBIT CETAK) Rasi Bintang di Titik Kulminasi
  • PITALOKA | Sekala Ruang Renjana
  • Cinta dan Takdir Rania [End]

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines