Pendekar Halus : Pintu Niskala

Pendekar Halus : Pintu Niskala

  • WpView
    LECTURAS 456
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, feb 23, 2019
Seorang pendekar muda yang sedang mencari jati diri. Dia mengalami pengalaman yang tidak wajar, tidak disadari olehnya. Dia pun mendapat warisan sosok pariwangan dari leluhurnya, berupa siluman yang senantiasa menjaga dirinya secara sembunyi-sembunyi. Siluman itu pun sengaja datang meminta sang pendekar untuk menerima keberadaannya, karena siluman itu ingin memenuhi sumpah untuk berbakti sampai 7 turunan kepada sang leluhur. Agar dia dapat kembali dengan tenang ke alamnya. Akankah sang pendekar menerima keberadaan siluman yang sudah berbakti kepada keluarganya secara turun-temurun ?
Todos los derechos reservados
#49
gaib
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Angkasa dan Cerita
  • Selaksa Kasih✔️
  • Kitsune dan Pangeran(The End,🏵️🏵️)
  • Again To Love In Another Life [END]
  • Chasing A Mirage
  • Siluman ular itu mengubah hidupku
  • Pendekar Lembah Perawan
  • JANTRA JALA JIWA

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido