Tak Sepahit Kopi Hitam

Tak Sepahit Kopi Hitam

  • WpView
    GELESEN 3
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Feb. 27, 2019
WpInfo
Belletristik
Romantik
Bagaimana perasaanmu sebagai seorang ibu jika anda sangat menyayangi buah hati tetapi tidak bersama kita, hanya bisa melihat dan merasakan hangatnya cinta dari kejauhan. Aku hanya ingin dia memanggilku "ibu" kemudian memeluknya, menciumnya . Oh betapa bahagianya dunia begitu indah. Orang tua asuhnya selalu menyalahkanku setiap dirinya berkunjung ke rumah, padahal ia hanya mengatakan "kangen sama ibu". Mengapa hal ini terjadi padaku apa sebenarnya salahku ini. Berbahagialah kalian yang bisa mengasuh anaknya dengan tangannya sendiri. Anak merupakan amanat yang tiada terkira, anugrah yang luar biasa dari yang Maha Kuasa. Jika aku dapat memilih tentunya tidak akan seperti ini jadinya.
Alle Rechte vorbehalten
#430
konflik
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Im Momma?    (END)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  •  HAZELA
  • The secret love
  • Perihal Sandwich(End)
  • Yang Terlupakan
  • I Love You But I Hate You
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Is It Home ?

(#Musim kedua) Aku mendapatkan sebuah kehidupan yang lebih sempurna di bandingkan para adik-adikku. Aku berhasil lulus pendidikan menengah atas, ketika para adik-adikku harus menerima kenyataan bahwa mereka telah kehilangan orangtuanya saat masih kecil. Itulah mengapa aku tidak pernah mengeluh mengambil semua tanggung jawab orangtuaku untuk membesarkan dan menyekolahkan adik-adikku. Aku memiliki banyak adik, dan itu membuat aku tidak memiliki waktu untuk mengeluhkan orangtuaku yang memilih jalan instan, yaitu bunuh diri di depan-depan kami untuk melepaskan tanggung jawab itu. Hanya saja, ketika aku merasa sudah bebas karena telah selesai menyekolahkan dan membesarkan mereka dengan baik, aku terbangun di sebuah tempat asing dengan sistim yang berbeda dengan duniaku dulu. Lalu sebuah fakta lainnya mengejutkanku, dimana aku kembali memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar, yaitu membesarkan tiga anak yang telah mengalami penyiksaan sejak mereka lahir. Di dunia baru itu, aku terkenal sebagai seorang antagonis yang gemar melakukan penyiksaan dan pelecehan terhadap ketiga anaknya, lantaran tidak mendapatkan kasih sayang dari suami yang merupakan seorang kaisar di tempat itu. Sungguh sangat kacau, ketika pikiran modrenku harus beradaptasi dengan dunia penuh kasta ini. Apakah aku berhasil merawat dan menyelamatkan ketiga anak itu, dengan asumsi aku akan kembali ke duniaku sendiri, dimana para adik-adikku sudah menunggu atau aku telah terjebak di dunia itu selamanya dan harus menerima fakta bahwa aku seorang Ibu?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien