Tak Sepahit Kopi Hitam

Tak Sepahit Kopi Hitam

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 27, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana perasaanmu sebagai seorang ibu jika anda sangat menyayangi buah hati tetapi tidak bersama kita, hanya bisa melihat dan merasakan hangatnya cinta dari kejauhan. Aku hanya ingin dia memanggilku "ibu" kemudian memeluknya, menciumnya . Oh betapa bahagianya dunia begitu indah. Orang tua asuhnya selalu menyalahkanku setiap dirinya berkunjung ke rumah, padahal ia hanya mengatakan "kangen sama ibu". Mengapa hal ini terjadi padaku apa sebenarnya salahku ini. Berbahagialah kalian yang bisa mengasuh anaknya dengan tangannya sendiri. Anak merupakan amanat yang tiada terkira, anugrah yang luar biasa dari yang Maha Kuasa. Jika aku dapat memilih tentunya tidak akan seperti ini jadinya.
All Rights Reserved
#430
konflik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Sandwich(End)
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • cewek hits dan cowok cupu.
  • Cinta Tanpa Peta
  • ANDAI AKU BISA
  •  HAZELA
  • MENDEKAP RINDU
  • SHADOW ( Selesai)
  • Kembar Berbeda [TERBIT]

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines