Tak Sepahit Kopi Hitam

Tak Sepahit Kopi Hitam

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 27, 2019
Bagaimana perasaanmu sebagai seorang ibu jika anda sangat menyayangi buah hati tetapi tidak bersama kita, hanya bisa melihat dan merasakan hangatnya cinta dari kejauhan. Aku hanya ingin dia memanggilku "ibu" kemudian memeluknya, menciumnya . Oh betapa bahagianya dunia begitu indah. Orang tua asuhnya selalu menyalahkanku setiap dirinya berkunjung ke rumah, padahal ia hanya mengatakan "kangen sama ibu". Mengapa hal ini terjadi padaku apa sebenarnya salahku ini. Berbahagialah kalian yang bisa mengasuh anaknya dengan tangannya sendiri. Anak merupakan amanat yang tiada terkira, anugrah yang luar biasa dari yang Maha Kuasa. Jika aku dapat memilih tentunya tidak akan seperti ini jadinya.
All Rights Reserved
#163
teacher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Perihal Sandwich(End)
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • cewek hits dan cowok cupu.
  • AFKARA [END]
  • Home (Completed) (Repost)
  • MENDEKAP RINDU
  •  HAZELA
  • ANDAI AKU BISA

"Aku tidak pernah tahu, alasan apa yang benar-benar membuat seseorang memutuskan untuk pergi. Dan aku memang tidak mau mencampurinya. Tapi aku belajar suatu hal. Apapun alasannya, pergi ataupun kembali tetap menyisakan perpisahan dalam hati." -Aca- "Makasih Dai udah ngasih pembelajaran penting dan nolongin aku di novel bayangan. Maaf karena aku udah lancang ketemu sama ayah kamu. Aku harap suatu hari nanti kamu mau menerima ayah kandung kamu. Makasih udah jadi putri dari sahabat ayahku. Makasih udah mau bertahan dengan sikapku. Kini akhirnya kita bisa kembali ke dunia nyata. Meski aku udah nggak punya ayah-ibu lagi, setidaknya aku masih bisa punya ayah kamu, yang sekarang jadi tempat curhat aku meski dalam tahanan. Semoga suatu hari nanti kamu bisa ngerti perasaan aku yang sebenarnya." -Andrian Wicaksana- "Makasih An, karena kamu udah buat aku ngerubah pandanganku terhadap ayah kandungku. Tapi maaf , karena sampai saat ini aku masih berusaha buat nerima ayahku sendiri. Suatu saat nanti jika aku udah siap, orang kedua yang aku ajak adalah kamu. Kenapa? Karena orang pertama yang aku ajak adalah diri aku sendiri. Semoga kedepannya hubungan ini bukan hanya sekedar ikatan bohongan." -Daika-

More details
WpActionLinkContent Guidelines