Tarian para jemari.

Tarian para jemari.

  • WpView
    Reads 737
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 16, 2020
Kumpulan kata yang aku jadikan satu, mengikuti imajinasiku. Bukan kisahku atau temanku. Hanya saja, sajak yang melintas serta menarik jemari mungilku untuk mengabadikanya. . . . Gadis kecil yang mulai mencoba
All Rights Reserved
#20
berpikir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REMEMBER 1.0
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • Where Are You?
  • SalFlo
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Kita Sembuh Bareng?
  • flashback~
  • kaLAna: Two Different Worlds
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]

Imajinasi adalah sebuah kebebasan Maka singkirkan segala peraturan jika tak ingin disebut dikte Imajinasi tidak memiliki jawaban pertanyaan Maka bebaskanlah dari ruang dan labirin Jika sesuatu kemudian dituliskan dengan hal itu Selanjutnya simak dan selesaikan saja Tidak ada yang akan diceritakan sejak awal Karena semua dituliskan dalam keseharian Maka jangan berharap pada ledakan emosi Bukankah setiap hari tidak melulu penuh histeria? Adakalanya berjalan itu terasa lambat, datar dan menjemukan Ketika rasa bosan mulai menyusup... Hei, berhenti saja, tidak perlu memaksakan diri Imajinasi kembali diizinkan mengambil alih Lanjutkan saja seperti penjelmaan disana Jika sebuah jalan telah dibuka, akan ada banyak yang mengikuti Lalu mengapa melupakan bahwa jalan lain boleh saja diciptakan lagi Ada banyak hal yang bisa dibelokkan Ada banyak sosok yang bisa diwujudkan Maka berhentilah menjadi statis... That's my rule...

More details
WpActionLinkContent Guidelines