لقد حدّثنا إرشادات المحتوى.
راجع أحدث الإرشادات لمواصلة مشاركة القصص بأمان.
Cinta yang terpaksa berakhir

Cinta yang terpaksa berakhir

  • WpView
    مقروء 69
  • WpVote
    صوت 3
  • WpPart
    فصول 2
WpMetadataReadللبالغينمكتمِلة أحد, ينا ٥, ٢٠٢٠
WpInfo
غير خيالية
الوسومadinda
Langkah kaki perempuan itu menjauh membelakangi lelaki tersebut. Dalam hujan malam hari itu, perempuan tersebut menerobos butiran air yang jatuh menerpanya. Dia tidak peduli dengan lelaki yang ada dibelakangnya. "adinddaaaa ..." teriak lelaki itu. Tapi perempuan tersebut tetap saja berjalan semakin menjauh tanpa menengok sedikitpun. "aadinnddaaaaa ..." teriak lelaki itu sekali lagi. Perempuan itu bertenti untuk beberapa detik, walau jarak yang sudah cukup jauh, tapi wanita itu masih mendengar suara teriakan nyaringnya. Dalam tepi taman samping trotoar tersebut, hanya ada dua orang di sana. Lampu jalan remang kekuningan menghiasi sedihnya suasana malam itu. Jalanan sepi akan kendaraan yang melintas, benar-benar sepi. Sejanak, wanita itu meneteskan air mata membasahi pipi yang bercampur air hujan. Berharap terhapus bersamaan air yang turun dari langit, agar tidak menyisakan kesedihan yang mendalam. Terahir memandang lelaki tadi berdiri dengan wajah yang tidak percaya apa yang dikatakan perempuan tersebut. Padahal dia mengatakan yang sejujurnya. Berat memang rasanya, tapi dia tidak bisa menghindar. dalam hati dia menggumam sendiri, "maafkan kau sayang, tapi kita sudah tidak bisa bersama lagi. Aku ingin pergi jauh meninggalkanmu, lebih jauh dari yang kau kira. Aku takut kau akan kesepian saat sepeninggalanku. Terpaksa aku harus mengatakannya kepadamu, demi baktiku kepada orang tuaku. Aku harus lanjut sekolah. Mungkin kau dapat mencari yang lebih baik dariku, banyak wanita yang lebih baik dan lebih cantik dariku. Maafkan aku sayang, kau lelaki yang paling istimewa sepanjang hidupku." Lalu sekejap wanita itu mengusap air yang bercampur hujan di matanya dan pergi tanpa permisi dengan sedikit berlari. Meninggalkan lelaki yang masih diam terpaku tanpa senyuman.
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Bertemu Bidadari
  • Izinkan sekali saja
  • Miss You Love
  • Turun Ranjang
  • 31 Months for You (Revisi)
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • HUJAN WAKTU ITU
  • Stay With Me  [On Going]

~ Ujung Senja ~ 1 By. Ratu Rianti Matahari belum sempurna menampakkan wajah, udara masih dingan, sisa hujan semalam. Rama masih enggan menanggalkan jaket, ia memeluk dua dengkulnya, pagi ini ia mendapat tugas dari bapak untuk membantu mengecek saluran air di sawah, khawatir air menggenangi tanaman pagi mereka. "Rama, ayo segera berangkat, bapak mu sudah menunggu di sawah" tegur ibu. "Iya bu ..." Jawab Rama, sambil beranjak dari tempat duduk. "Rama berangkat bu ..." Pamit, sambil mencium punggung tangan ibu. Rama mengucap salam. Rama Aditya adalah anak laki-laki pasangan pak Sastra Suwita dan bu Rahmayati. Gante8ng, kalem dan lembut sifatnya. Rambut agak ikal, atletis dan sehat. Baca buku adalah kegemarannya. Masih kuliah, di sebuah perguruan tinggi yang tidak jauh. Tempat tinggal mereka di pinggir kota, tempat yang indah dan sejuk. Jika ke kota hanya 30 menit perjalanan naik motor. Perkampungan yang ramai, tetapi tidak bising. Setiap rumah berbaris rapi, memiliki taman-taman yang asri dan sederhana tapi begitu mempesona. "Ya, ati-ati le ..."* jawab ibu, sambil menatap Rama dengan penuh kasih sayang. Rama mengambil sepeda, di kayuh menuju sawah. Ibu mengantarkan sampai pintu sambil menatap Rama hingga tak terlihat. "Assalamu'alaikum..." Rama menemui bapak. "Wa'alaikumsalam" jawab bapak " Mana yang bisa Rama kerjakan pak" "Itu sebelah sana, coba cek aliran airnya, pastikan tidak tersumbat rumput, karena kalau tersumbat airnya akan terus menggenang menutupi daun padi," Jawab bapak sambil menunjuk ke arah yang di maksut. Rama pun dengan sigap mendatangi lokasi yang di tunjuk, masih segar diingatan, dulu waktu kecil, jika diajak kesawah ia senang sekali, karena bisa mencari belut, keong, capung, jangkrik, dan bisa berlarian bebas. Berbeda dengan sekarang, jika kesawah sudah dipastikan untuk membantu menyiangi rumput, nyemprot hama atau hanya sekedar mengusir burung. Semua menyenangkan. Bersambung ... Balam. Senin, 30072018 14:28

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى