Aksara

Aksara

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 21, 2019
Bagaikan Adam yang selalu 'ingin' bersama Hawanya, Aksa juga demikian. Nandini Sarasvati, kalau kata Aksa, dia itu tulang rusuknya. Gadis berwajah tirus dengan rambut pirang. Yang kata banyak orang biasa saja, yang kata orang tidak pantas bersanding dengannya yang 'wahh', dan segala hal yang buruk lainnya. Aksa tidak peduli. mereka tidak melihat yang Aksa lihat dalam diri Sara, maka meski mereka berkata "tinggalkan saja dia" Aksa akan tetap berdiri di samping Sara. Tidak peduli apapun. Apapun. Kecuali... Kecuali, Sara sendiri yang menyuruhnya pergi. Meskipun Aksa sendiri yakin bahwa Sara mustahil melakukan hal bodoh itu. Adam dan Hawa ditakdirkan bersama meski sempat terpisah. Aksa yakin, dia dan Sara juga demikian. Tapi.... Itu keyakinan, atau satu harapan? Aksa sendiri, bingung. Aksara ©2019 sf_ilmi
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • It HURTS
  • AKSATA (SELESAI)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • The Choice [Completed]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • [✔] AKSARASSA
  • Jodohku
  • Because I'm Stupid (End)

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines