Terlalu Gengsi

Terlalu Gengsi

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 9, 2019
Teo menatap Anne sejenak, lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu. "Coklat?" Tanya Anne heran. Teo mengulurkan coklat itu ke arah Anne. "Ini bakso," ucapnya datar. "Makasih Mas, baksonya." Ucap Anne menerima coklat itu. Teo menyentil kening Anne. "Perlu periksa mata lo!" "Apaan mata gue normal. Otak lo tu yang perlu dikucek!" "Lo pikir otak gue cucian?" Teo mendengus. Anne mengangkat bahu, "Bisa jadi." Jawabnya. "Kata orang, coklat itu simbol kasih sayang." Ujar Teo pelan menatap Anne. Anne mengernyit, "Kata orang? Bukan kata lo sendiri gitu?" "Banyak yang bilang gitu maksud gue, gue sih percaya juga." Anne manggut-manggut. "Syukurlah, berarti lo juga orang!" Teo menyentil kening Anne untuk kedua kalinya. Gadis didepannya ini selalu tidak mengerti poin utama setiap pembicaraan. "Lo kasar banget sih!" Dengus Anne mengusap keningnya. Teo menahan senyum, "Itu bukan kasar. Tapi gemas, bego." Ucapnya tersenyum simpul. Anne memutar bola mata mendengarnya. "Gue mau ke kantin. Makasih buat coklat yang lo bilang bakso ini!" Kekehnya. Teo hendak menyentil lagi kening Anne. "Jangan kasarin gue, badak!" Teriak Anne yang sudah mengacir pergi. Teo terkekeh pelan mendengarnya, tatapannya tak lepas menatap Anne yang sudah menjauh. ..... -Terlalu Gengsi- Start : 09 Februari 2019
All Rights Reserved
#98
gengsi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVANSA [Completed]
  • Love Affair : My Destiny
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • SAMARA [ON GOING]
  • DRAFENZO SHAQUILLE
  • Friendship In Love
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • We Are One
  • AKSA
  • Because I'm Stupid (End)

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines