STIGMA✓ [SLOW UPDATE]

STIGMA✓ [SLOW UPDATE]

  • WpView
    Leituras 46
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, fev 15, 2019
[Cast belongs to the God] Tanpa identitas itu menyesakan. Kau tak tahu landasan langkahmu. Tersesat dalam angan guna mencari jalan. Menentukan pilihan sesulit menangkap udara. Kebingungan di antara banyaknya hal yang belum berdasar. Kau mati. Ah, tidak, tidak. Bukannya tanpa identitas tapi terlalu banyak topeng yang digunakan. Terlalu banyak cahaya hingga kau buta warna. Kau tersesat dalam jiwamu. Bagai seorang anak kecil yang tersedot arus pengunjung karnaval musim panas, mencari dan mengira-ngira sosok Ibunya. Ya, begitulah yang akan kau rasakan. Kau akan bertanya-tanya atas dirimu. Tapi sebelum itu, kau akan merasakan setitik kebencian di sana. Rasa marah terhadap sesuatu dalam hidupmu. Rasa marah atas sesuatu yang membentukmu begini. Atau, katakan saja itu adalah rasa takut. Karena sesungguhnya kau akan menangis meraung ketika itu datang. Dan itulah yang dirasakan seorang Namina Lucier saat ini. Ah, bukan, bukan. Dari dulu sampai sekarang.
Todos os Direitos Reservados
#223
gila
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Rintik Hujan
  • Menyerah atau Bertahan?
  • To the Happy Ending✓
  • Miracle of Survival [END]
  • Dendam
  • ALVIVA (END)

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo