Me and My Possesive Bro (End)

Me and My Possesive Bro (End)

  • WpView
    LECTURES 129,222
  • WpVote
    Votes 5,747
  • WpPart
    Chapitres 54
WpMetadataReadTerminé sam., janv. 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Siapa sangka seorang Dinaya Feriawan, dokter cantik, elegan dan sangat seksi itu masih menjomblo selama 25th hidupnya, alias jomblo seumur hidup. Bukannya dia punya kelainan soal percintaan, dia mau dan ingin. Hanya saja Perjuangannya selalu terhambat oleh sikap possesive dari adik-adiknya yang beralibi 'kebahagiaan kakak adalah kebahagiaan adik, maka segala hal yang mengancam kebahagiaan itu harus disingkirkan' Selain itu, Ari salah satu adik Dinaya adalah polisi ganteng, mapan, tapi sayangnya pecinta wanita alias playboy. Penyakit brother complexnya tidak sampai disana saja, bahkan dia terobsesi ingin mendapatkan pasangan yang memiliki kepribadian menyerupai kakak kandung dan mamanya. Berbagai lika liku perjuangan mencari pasangan hidup dilalui oleh dua kakak beradik ini. Ikuti ceritanya sampai selesai ya!
Tous Droits Réservés
#444
possesive
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • Dean
  • Cerita Si Kembar [TAMAT]
  • my arranged husband End
  • My Possessive CEO [COMPLETE]
  • Sister Complex {Exo Fanfiction} [Sedang di Revisi]
  • Taming The Playboy
  • 6 Bayi Kembar (REVISI)
  • Ara dan Sean
  • Warm Rain

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu