WHY OUT

WHY OUT

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 2, 2019
Angka korban dalam kasus ini semakin bertambah. Puluhan juta korban dari berbagai negara belum ditemukan. Seiring berjalannya waktu, korban akan semakin bertambah dan bertambah. Kapan bencana ini berakhir? Perkenalkan, aku Erisa. Siswi sekolah dasar yang sebentar lagi akan menjadi murid SMP. Orang-orang menganggapku lugu dan polos. Sebenarnya aku tahu, sih kalau aku ini polos. Setiap hari kasus itu menjadi topik pembicaraan di seluruh media. Membahas tentang kasus yang tak henti-hentinya meningkat. Para pemerintah belum bisa melakukan tindakan. Tidak ada satu pun jejak dari para korban yang menghilang. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu menghantui pikiranku. Tanda tanya. Tapi, tiba saatnya ketika aku juga bagian dari para korban itu. Semua pertanyaanku terjawab ketika terhisap oleh sinar putih yang sebenarnya adalah portal menuju dunia game. Way Out. Dunia dimana kami harus saling bunuh-membunuh demi kemenangan diri kami sendiri. Ketika semua orang tidak berpikir dengan akalnya. Dunia yang hanya memiliki satu pemenang. Dan mengajarkan kami keegoisan. Farrel teman sekelompokku pernah berkata, "Jika ingin bertarung, kau harus mempunyai empat unsur pokok. Keberanian, kelincahan, strategi, dan kemampuan mengontrol diri. Jika salah satu dari unsur itu lepas darimu, kau tidak akan pernah berhasil menjadi seorang petarung," itu yang ia katakan. Ia lebih pintar dariku walau usianya sebayaku. Dan tiba saatnya ketika kami berdiri di tengah arena. Ketika para penonton bersorak dan bertepuk tangan menunggu-nunggu kemenangan kami. Aku merasa gugup. Pesimis. Ragu. Tidak yakin akan menang. Ia memandangku. lalu berkata, "Kau tak perlu cemas," aku melirik kearahnya. Ia melanjutkan perkataannya. "karena ..." "... aku akan selalu melindungimu." Senyuman tipis yang terpasang diwajahnya, membuat detik-detik ini serasa lambat. Ia memandangku. Hanya tersenyum. Wajahku memerah. Apa yang barusan ia katakan membuatku sedikit tertekan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MIRROR | Jay ✓
  • Asya Amarra [ By astar1913 ]
  • ALEYA~~
  • SENGSARA
  • Ayesha Transmigration
  • Orang Polos Itu Berbahaya
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • My Duchess / End
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • penyesalan

Nyatanya di dunia, secerah apapun orang tetap akan ada sisi gelapnya. Sepertinya Dewa, laki-laki yang mempunyai dua kepribadian yang berbeda. Sisi yang hangat, dan sisi kejam. Dewa yang dikenal manis, hangat, dan berteman dengan siapapun. Siapa yang menyangka jika ada sisi kejam dan gelap dari laki-laki itu? Bahkan Dewa tidak segan-segan membunuh siapapun yang menghalanginya. Sampai seseorang di dalam cermin itu bertemu dengannya dalam ketidak sengajaan, dan mendadak merubah semua alur hidupnya. "Kamu bunuh kucing itu? Kenapa?!" "Berisik!" "Tapi kan kasihan! Dia ga salah apa-apa!!" "Diem atau nasib lo kayak dia?" "Aku nyesel ketemu kamu. Mending hidup di cermin, biarin hambar dari pada hidup di dunia, tapi sama psikopat gila!" "Lo maju selangkah masuk cermin, gua pastiin kepala sama tubuh lo kepisah" ..... Dunia ini benar-benar gelap atau hanya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines