Loser
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Apa yang kamu suka dari aku Ran? gk ada satupun hal yang bisa di banggakan dari aku, aku gak baik, aku gk pantas buat kamu" ujar Rafky berusaha selembut mungkin karena takut menyakiti gadis di depannya. "Gak Raf, ini bukan perihal kamu yang gak baik buat aku, tapi ini tentang Kamu yang gak pernah nerima aku dengan baik, aku gak perlu alasan yang banyak untuk Meng kalkulasi kan alasan kenapa aku menyukai mu Raf, bukan kah embun tak perlu punya warna untuk membuat daun jatuh cinta? " Ujar Kiran dengan tatapan sendu, bahkan satu bukir bening hampir lolos dari kelopak matanya. "Udah ya Raf, kamu gak perlu ngomong apapun lagi, cukup kamu tau aku sayang sama kamu, soal perasaanku itu urusanku, kamu cukup tau saja, aku pamit" Ujar kiran kemudian beranjak dari tempatnya dan meninggalkan Rafky sebelum air matanya tumpah di depan Laki-laki yang sangat ia cintai itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)
  • (BL) Baby You Don't Know ME [Narusasu]
  • Prestige Or Love? [END]
  • Arsyilazka
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • Kinara, Penipuan Cinta
  • Love Hate [END]
  • Alkenio

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines