Naufal

Naufal

  • WpView
    Reads 12,197
  • WpVote
    Votes 2,104
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Tugasku adalah buat kamu seneng," kata Naufal. Aku hanya senyum-senyum sendiri saat itu, membebaskannya berbicara tanpa ragu. Tapi itulah yang selalu dilakukan Naufal agar tidak terlalu kaku saat bersamaku. Bagiku, dia itu orang pertama yang sudah membuatku senang layaknya manusia spesial di bumi ini. Pasalnya, dia adalah orang pertama yang menjatuhkan hatiku sejatuh-jatuhnya. Jika ada yang bertanya mengapa aku bisa begitu mudah menjatuhkan hati, aku tidak tahu jawabannya. Karena jatuh cinta tidak membutuhkan itu dan yang menjatuhkannya tidak mengharapkan itu. Ini kisahku dengan Naufal. Adik kelas yang populer dan memiliki banyak keajaiban. Adik kelas yang berhasil membuatku rindu setiap hari. Adik kelas yang membuatku seakan mati karena teka-teki. Ini tentang halunya anak remaja, tentang kelabilannya, dan juga tentang jatuh cintanya. Kalau anak remaja adalah tempatnya labil, dunia ini akan meletus karena penyesalan yang begitu banyak dikemudian hari. Dan itulah yang terjadi diantara kami. Copyright@ Februari 2020 || Bulbulaaan
All Rights Reserved
#1
masaterindah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inersia
  • Ketua Kelas VS Wakil Ketua Kelas (COMPLETED)
  • Cewek Cuek [Completed]
  • Oh My Fiance! [COMPLETED]
  • Possessive Senior
  • JUARA KEDUA
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • My Fireflies!
  • Cold Boyfriend [Ending]
Inersia

Awalnya tidak ada yang salah dengan Risyafa Airen. Seorang murid perempuan tingkat akhir di sekolah menengah atas. Eh, ada yang aneh satu hal. Perempuan ini hobi membolos. Sekolah udah seperti punya Ayahnya aja! Satu kejadian di kelas membuat Revanza mau tidak mau berhubungan dengan Risya, karena Revan menyenggol teman seperjuangannya Risya. Berawal dari kejadian itu, tanpa disadari "tidak ada yang salah" dengan Risya ternyata hanya luarnya saja. Revan tidak tau bagaimana Risya menghadapi semuanya. Menghadapi rentetan kejadian yang meremukkan hati, mematahkan harapan dan menghancurkan hidup seolah tidak berujung. "Karena pada dasarnya manusia cuma pengen dihargai dan didengarkan. Itu semua udah cukup untuk menenangkan diri, kalau abis ini: semuanya bakal baik-baik aja. Emang sih cuma kata-kata dan kedengeran bullshit. Tapi, kata-kata ini yang bikin orang jadi semangat untuk lanjutin hidup, bahkan ketika dunia menyuruhnya untuk menyerah."

More details
WpActionLinkContent Guidelines