Judul standar - Tulis judul sendiri

Judul standar - Tulis judul sendiri

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 2, 2019
Matahari mulai menguning,hujan tak kunjung redah, tapi sakit perut ibuku masih tak kunjung sembuh.mag sudah menjadi langganan ibuku,tak lama telpon berdering dari nomor tak dikenal.kemudian ibuku langsung mengangkatnya"halo ini siapa".dari seberang sana seseorang lelaki berkata"tidak usah cari aku lagi,anggap aku sudah mati!,aku hanya menyusahkan kalian".Ibuku sangat mengenal suara lelaki itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah kakakku. Seseorang yang sangat aku benci.mendengar hal itu ibuku semakin khawatir sedangkan aku makin membuat ibuku sakit"sudahla bu apa yang kau harapkan dari kakak.Dia benar dia hanya menyusahkankan ibu.tapi ibuku semakin khawatir dia berulang-ulang kali menelpon nomor tersebut tapi selalu di luar jangkauan.ibuku semakin menangis sedangkan aku makin kecewa.Ibuku kemudian menelpon Ayahku untuk ke tokoh(tempat aku dan ibuku berada).Sesampainya disini terlihat wajah ayah yang sedang menutupi kesedihan.Ayahku mencoba untuk menenangkan ibuku kemudian ia mengirim pesan singkat ke nomor kakakku "nak, kenapa kamu berkata demikian?apa kesalahanmu?,ayah berjanji tidak akan marah.sebesar apapun kesalahanmu ayah akan menerimanya dengan lapang dada.tapi kamu janji untuk pulang dalam keadaan selamat".
All Rights Reserved
#9
smoke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Bukan ZONK!
  • Assalamualaikum Imamku
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • Indah Di Awal Kisah
  • SYAKIRA how are you?
  • SHAKARA (END)
  • Angkasa #1 Unstoppable Love Series
  • Cintaku dan Diamnya Kejora
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines