HOPE(less)

HOPE(less)

  • WpView
    Reads 8,979
  • WpVote
    Votes 271
  • WpPart
    Parts 68
WpMetadataReadComplete Sun, May 10, 2020
Aleina Putri Diredja, cewek cantik yang sering dipanggil nana juga anak ceria yang selalu mampu menjadi moodbooster untuk siapapun yang melihat dia tersenyum hangat, tiba tiba sirna seketika berubah menjadi pendiam, dingin, dan suram. Alde Risyad Utama, cowok yang selalu mudah berbaur dengan semua kalangan tetapi selalu tidak ingin masuk urusan orang lain. Tiba tiba..... Ketika netra mereka bertemu di satu sudut sekolah, seketika itu pula hatinya bergumam 'aku ingin melindunginya' Apa yang membuat nana berubah? Apakah Alde paham apa yang membuat hatinya berkata seperti itu? Lalu takdir apa yang akan menghubungkan mereka berdua? Akankah takdir mempertemukan ataukah malah mempermainkan mereka?
All Rights Reserved
#9
protect
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • Truth Or Dare (END)
  • Cold Girl VS Bad Boy
  • ARIANA ( Lengkap )
  • ALINA QUEEN DEVEREUX
  • At The Wrong Crossroads [bluesy]
  • Forbidden Love
  • ASSYA (TERBIT)
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines