SEBUAH RASA

SEBUAH RASA

  • WpView
    Reads 1,541
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
"Tentang perasaan yang datang terlambat" "Pagi my dear my love my sweet rabbit" ucapnya dengan cengiran khas dia yang selalu membuatku suka akan senyumnya, manis kaya gula. "Pagi juga orang stres" ucapku sambil melepaskan rangkulannya dari bahuku "Indahnya hari ini ya, bisa melihat kamu dipagi hari membuatku bertambah semangat untuk belajar" ujarnya dengan alay kaya anak sd merayakan aniv satu harinya wk. Aku menoyor keningnya dengan keras. "Kayanya otak lo ketinggalan dirumah deh, kan udah gue bilang kalo mau berangkat sekolah otaknya dipasang dulu" "Oh iya kakanda lupa adinda, habisnya kakanda terlalu bersemangat untuk bertemu adinda dipagi hari ini" ucapnya melakoni kisah kerajaan majapahit dahulu kala. Memang benar-benar siAbizar ini membuat mood pagi gue selalu buruk. Aku tidak menanggapi ucapannya dan berjalan duluan kekelas karena aku sudah tidak sanggup menghadapi makhluk species langkah ini. "Eh adinda kakanda belum selesai berbicara" ucapnya sambil mengejarku "DASAR ABIZAR GILA KETURUNAN MISTER BIN SODARANYA SAKHRUKAN EH BUKAN SAKHRUKAN DING KEGANTENG DONG KALO SODARANYA SAKHRUKAN SEDANGKAN DIA MUKANYA ABSURD KAYA MOA" ucapku berteriak sambil berlari menjauh dari sigila ini.
All Rights Reserved
#10
abizar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aerilyn
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • No Longer Mate
  • Story Stela
  • Mine [SELESAI] ✔
  • ADYRA
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • RAVASYA [END]
Aerilyn

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}

More details
WpActionLinkContent Guidelines