ENGKAU LAH SATU-SATUNYA

ENGKAU LAH SATU-SATUNYA

  • WpView
    Lectures 4,379
  • WpVote
    Votes 214
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., juin 27, 2020
WpInfo
Fiction
Thèmes Sociaux
Wanita memang makhluk berbahaya untuk laki-laki. Karena wanita, sering kali laki-laki kuat bisa menjadi lemah. Bahkan terkadang wanita bisa menjadi faktor turunnya iman seseorang. Sama halnya dengan Rio, dia hanya laki-laki biasa yang bisa terbuai oleh nikmat dunia. Terlebih lagi saat hatinya kembali jatuh pada hati seorang wanita, imannya naik turun karena seorang wanita yang mampu merebut hatinya dari Sang Pemilik Hati. Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikkan hati. Teguhkanlah hati ini dalam agama-Mu. Jangan biarkan ada cinta yang lebih besar di banding cintaku kepada-Mu. Sesungguhnya hanya Engkaulah satu-satunya Pemilik Hati ini. [Albagas Rio Abrisam] -ENGKAU LAH SATU-SATUNYA- Februari 2019 NB : Ini kisah Rio dalam cerita Akhirnya Aku MENIKAH.
Tous Droits Réservés
#716
rohani
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Ikhlas Bersamamu |END|✓
  • [1] Salah Khitbah [TAMAT] ✔️
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • Hijrah Pengantar Jodohku (END)
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Cinta Suci Zahra✓
  • RADAR KEMBALI [SELESAI]
  • Hi Reza ✓
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu