Different
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 2, 2019
Karena terlahir sebagai seorang yang menyandang disabilitas, aku mengorbankan hampir seluruh hidupku untuk membuktikan bahwa aku sama dengan yang lainnya. Kebencianku pada tatapan remeh ataupun iba dari orang lain membuatku dipenuhi ambisi untuk membuktikan diri. Aku selalu mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku tak berbeda dari mereka. aku adalah manusia yang sama, akan kubuktikan bahwa aku juga bisa seperti mereka. Tanpa memperdulikan batas bagi diriku sendiri, tanpa menghiraukan sakit yang kurasakan, tanpa memberikan waktu untuk batinku menjerit, aku selalu memaksakan segalanya demi dipandang sama. Hingga suatu hari, aku sampai dititik dimana aku benar2 muak akan segalanya. Kebencianku pada takdir yang membuatku berbeda, kebencianku pada pandangan dan perlakuan orang lain yang tak pernah sama membuatku sangat depresi dan ingin mengakhiri segalanya. Aku menyadari selama ini aku hidup bukan untuk diriku sendiri. Aku selalu melakukan semua hal dalam hidup hanya untuk sebuah pengakuan dari orang lain. Tanpa pernah memikirkan diri sendiri, tanpa menikmati hidup yang kujalani, tanpa memiliki kebebasan jiwaraga. aku selalu melakukan yang terbaik. Tapi kali ini tidak lagi, aku akan menghancurkan segalanya. aku akan menikmati semuanya tanpa memikirkan pandangan mereka. aku akan melakukan segala kenakalan dan menikmati semua dosa. Hari ini aku melepas semua topeng dihidupku, aku membebaskan diriku untuk menikmati hidup. Aku ingin melakukan apa yang belum pernah kulakukan untuk diriku. Aku ingin menjemput kembali semua kenakalan masa kecil dan remajaku yg tak pernah tersentuh, aku akan mencari jati diriku dari awal.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Ruang Hidup (SUDAH TERBIT)
  • BITCH
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Anak DESA ✔
  • MINE (END)
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • She Is Mine ! (EXO Oh Sehun)
  • Self Injury's(complete)✔
  • You are in my past and my future [END]

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines